Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto Ilustrasi: Ist).

12 Februari 2019 18:55:03 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Rencana Pemprov Sumsel memberikan tunjangan beras kepada Aparatur Sipilis Negara (ASN) menimbulkan konsekuensi anggaran yang lumayan fantastis. Dalam setahun, anggaran beras untuk ASN membutuhkan anggaran hingga Rp34 miliar.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Afrian Joni mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan dana mencapai Rp34 milir untuk pengadaan beras setiap tahun tunjangan pada ASN di bawah lingkungan Pemprov Sumsel.

Namun, saat ini masih ada penyusunan perjanjian sehingga belum dapat diterapkan. Jika penyusunan ini telah dilakukan dan ditandatangani maka kerjasama ini dapat langsung diterapkan. "Kami harap nantinya segera ditandatangani sehingga pemberian tunjangan berupa beras dapat segera dilakukan,” katanya.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya belum bisa memastikan kapan tunjangan beras untuk ASN tersebut terealisasi. Saat ini masih pada tahap menunggu penandatangan kontrak antara gubernur dan Bulog.

"Jadi kita masih menunggu kapan akan ditandatangai kontrak perjanjian antara gubernur dan bulog. Saat ini masih dalam perumusan perjanjian," katanya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog, Divisi Regional Sumsel dan Bangka Belitung, Yusuf Salahuddin mengatakan, kerjasama yang dilakukan antara Bulog dan Pemprov Sumsel ini merupakan pertama dan sebagai pilot project sehingga tidak terjadi tumpukan beras digudang bulog. Mengingat, jika kerjasama ini terlaksana maka serapan beras bulog mencapai 260 ton per bulan.

“Saat ini kerjasama antara Bulog dan Pemprov Sumsel ini tinggal menunggu penyelesaian urusan administrasinya. Jika selesai maka dapat langsung diterapkan,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2019 ini pihaknya ditarget serapan beras petani sebanyak 70 ribu ton per tahun, meningkat di tahun sebelumnya yang hanya 28 ribu ton.

Target tersebut tentunya sangat besar ditambah lagi saat ini Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) akan berakhir pada April mendatang dan digantikan dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "Biasanya penyerapan beras bulog dari untuk bantuan rastra cukup banyak yakni sebesar 2.700 ton per bulan,” pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 129