Berita :: GLOBALPLANET.news

Brigjen Pol Nico Afinta didampingi Kepala Gapkindo saat gelar pres release di halaman Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel, Selasa sore. (Foto: Rio Siregar)

12 Februari 2019 19:48:09 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Satgas pangan Polri bersama Dinas Perindustrian, Dinas Perkebunan dan Dinas Perdagangan rovinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Selasa (12/2/2019).

Rapat dipimpin Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Nico Afinta turut dihadiri Ketua Gapkindo Sumsel Alexs K Eddy membahas harga karet untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya.

“Agar harga karet di tingkat petani bisa naik, Polri memberikan edukasi dan pendekatan secara preventif kepada para petani karet,” ujar Brigjen Pol Nico Afinta  didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain kepada wartawan usai Rakor bersama Selasa (12/2) sore.

Polri dalam hal ini Satgas Pangan terus bekerja keras agar kesejahteraan para petani karet di Indonesia bisa meningkat. Ada beberapa strategi yang dilakukan Polri bersama pemerintah pusat dan daerah agar harga karet di tingkat petani bisa naik.

“Diantaranya memberikan kepastian harga karet di tingkat petani di Indonesia, yang selama ini belum terpecahkan sehingga para petani karet belum sejahtera dan belum bisa memuaskan petani karet,” katanya.

Mantan Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyatakan, bentuk konkret yang dilakukan Satgas Pangan Polri untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet adalah upaya pembentukan dan peningkatan mutu karet yang dijual petani, sehingga secara otomatis harga jualnya juga akan naik.

“Yang ketiga adanya pemenuhan kebutuhan petani karet mulai dari asam semut dan pemenuhan pupuk kepada petani karet agar mudahnya produksi karet yang dihasilkan,” bebernya.

Mengapa Sumsel menjadi perhatian dari Satgas Pangan Polri? Karena Sumsel merupakan penghasil karet terbesar di Indonesia.

Ketua Gapkindo Sumsel Alexs K Eddy mengatakan, petani karet sangat senang karena pemerintah peduli dengan mereka, terlebih lagi dengan pemerintah yang akan mensejahterakan petani khususnya petani karet.

“Sejauh ini petani karet di Sumsel belum mendapatkan harga jual karet yang maksimal dari harga Free On Board (FOB) yang dijual. Dan melalui Rakor ini bagaimana kita bisa memendekan mata rantai perniagaan karet sehingga kita bisa memberikan nilai jual karet petani yang lebih tinggi,” katanya.

Dengan adanya Rakor bersama tim Satgas Pangan Polri dengan dinas terkait diharapkan harga karet di tingkat petani bisa naik sehingga kesejahteraan petani nya juga bisa meningkat.

“Kami juga terus mengedukasi para petani karet agar kualitas getah karet yang dihasilkan oleh petani lebih berkualitas dan bisa laku dipasar internasional sehingga harga jualnya bisa mendekati FOB,” pungkasnya

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 392