Berita :: GLOBALPLANET.news

Edodi, tersangka penyebar foto hot seorang bidan dihadirkan dalam pres release di Mapolres Prabumulih, Senin (11/3/2019). (Foto: Hardoko Susanto)

11 Maret 2019 13:03:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Pelarian pelaku diduga penyebar foto porno seorang bidan Puskesmas di Prabumulih, Sumsel berakhir. Pelaku bernama Edodi Mandala (30) dalam pelarian sering berpindah dan mengaku pengacara, pengusaha dan bahkan polisi.

Edodi merupakan warga Gang Swiss  Kelurahan Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara, Lubuklinggau diringkus petugas Polres Prabumulih di Tegal Rejo Lubuklinggau.

"Pelaku terkenal licin dan susah ditangkap karena sering berpindah tempat. Setelah dilakukan pengintaian selama 3 hari di Linggau oleh anggota, akhirnya pelaku yang sering mengaku pengacara, pengusaha dan polisi dalam melakukan aksinya ini bisa ditangkap di kosannya di Tegalrejo Lubuk Linggau, Sabtu lalu (9/3/19)," kata Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman, Senin (11/3/2019).

Terkait penyelidikan, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Kominfo untuk mengecek akun pelaku. "Pelaku akan dijerat pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara," tegas Tito.

Dihadirkan dalam press release di Mapolres Prabumulih, Edodi Mandala mengaku telah melakukan hubungan intim selama lima bulan dengan bidan AY yang menurutnya berdasarkan suka sama suka.

"Saya lakukan 16 kali itu di tempat kosan saya. Satu kali seminggu, saya sebar foto syur mantan pacar di Medsos biar dia tidak pindah ke lain hati dan demi imbalan uang," beber Edodi.

Sebelumnya, merasa dirugikan karena foto syurnya diunggah dalam postingan akun Facebook dan instagram atas nama AY, Bidan yang bertugas di salah satu Puskesmas Kota Prabumulih ini meminta Polisi untuk megusut kasus tersebut.

Bocornya foto-foto syur sang Bidan ini terjadi Minggu (3/3/2019) hingga membuat warganet heboh. Kuat dugaan, akun Facebook dan instagram milik bidan tersebut telah diretas atau kena hack oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab.

Penyebaran foto dengan unsur pornografi ini sudah dilaporkan oleh pihak keluarga korban AY-Bidan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Prabumulih, Minggu (3/3/2019) malam.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 1180