Berita :: GLOBALPLANET.news

Bentrok antara pihak kepolisian dengan massa. (Foto: Hardoko Susanto)

12 Maret 2019 14:54:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Ratusan massa mendatangi Kantor KPU Prabumulih, mereka tidak puas dengan hasil pemilu 2019, massa berniat untuk menguasai gedung KPU, keinginan massa kandas lantaran gedung KPU dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan aparat TNI.

Sempat terjadi adu fisik antara pihak kepolisian dengan massa, hingga pihak kepolisian memfasilitasi perwakilan massa untuk audensi dengan ketua KPU. 

Lantaran kurang puas dengan keputusan pihak KPU Kota Prabumulih, akhirnya massa datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak, suasana di lapangan tanpak mencekam, karena massa ingin tetap menguasai kantor KPU. 

"Sempat terjadi adu fisik, bahkan pihak kepolisian turun dengan kekuatan penuh. Lantaran massa bertindak anarkis, kita terpaksa mengambil tindakan keras, " ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk saat dibincangi awak media, Selasa (12/3/2019), do halaman kantor Walikota Prabumulih.

Lanjud Kapolres, peristiwa ini bukan benar-benar terjadi, tersangka melainkan sebuah rangkaian simulasi kesiapan personel untuk menghadapi gangguan menjelang dan setelah pemungutan suara. "Kita sebagai penegak hukum harus sigap dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi," tegas Tito.

Ditambahkanya, sejauh ini, Kota Prabumulih kondusif, menjelang hari H, Polres sudah siap, bahkan sudah dapat bantuan dari Markas Brimob.

" Ada 300 personil yang siap mengamankan  menjelang hari pemilihan di 225 Tempat Pemilihan Suara (TPS) personil kita sudah menjaganya, dan Alhamdulillah kita masih dapat bantuan dari Markas Brimob   1 SSK  ( Satuan Setara Kompi) 100 personil, Tegasnya.

Sementara itu Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM yang sempat menyaksikan simulasi  mengatakan, simulasi ini sangat mantap.

" Semoga saja menjelang hari H waktu pemilihan, kota Prabumulih aman dan kondusif, dan kepada pihak penyelenggara jangan main-main, sehingga masyarakat percaya dan merasa puas terhadap penyelenggara, " tutupnya dengan singkat.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 342