Berita :: GLOBALPLANET.news

Tersangkan Zuber, Zulkarnain, dan AG saat dihadirkan dalam konferensi pers. Ketiganya ditangkap terkait kasus asusila. (Foto: Ist)

12 Maret 2019 20:25:08 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba) berhasil mengungkap tiga kasus asusila yang terjadi di Bumi Serasan Sekate dengan tiga orang tersangka. Dimana korban para predator anak ini semuanya masih dibawah umur.

Ketiga tersangka itu yakni Zuber (60) warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Jirak Jaya, Zulkarnain alias Mangyeng (56) warga desa Sukadamai Baru Kecamatan Sungai Lilin dan Ag (17) warga Kecamatan Sungai Lilin.

"Ya, ada tiga kasus asusila yang diungkap," ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris, saat menggelar konferensi pers, di Halaman Mapolres Muba, Selasa (12/3/2019).

Dikatakan Andes, kasus pertama atas tersangka Zuber (60) dengan korban seorang pelajar berinisial BG (11) yang merupakan tetangga tersangka. Tersangka ditangkap oleh warga saat hendak melampiaskan nafsunya terhadap korban dipinggir sungai Desa Mekar Jaya.

"Saat itu, korban sedang mandi dipinggir sungai. Ketika hendak diperkosa korban beteriak, akibatnya wargapun datang dan tersangka langsung kabur dengan mencebur ke sungai. Namun berhasil ditangkap," jelas dia.

Untuk tersangka kedua yakni Zulkarnain alias Mangyeng (56) warga desa Suka Damai Baru Kecamatan Sungai Lilin dengan korban Mawar (6) berhasil ditangkap pada Senin (11/3/2019). "Pelaku diamankan anggota setelah nyaris di amuk massa karena geram atas ulahnya," kata dia.

Perilaku bejat Zulkarnain terbongkar setelah korban mengadu ke pemilik kolam tempat perbuatan asusila dilakukan tersangka. "Perbuatan (asusila) itu sudah dua kali dilakukan tersangka," ucap dia.

Sedangkan tersangka ketiga, yakni AG (17), nekad mecabuli korban M (8) yang merupakan tetangganya sendiri. Tersangka AG ditangkap pada Jumat (1/3/2019) lalu di Bangka. Setelah tersangka melarikan diri usai perbuatan cabulnya terbongkar.

Tersangka AG sendiri leluasa mencabuli korban M, lantaran orang tua korban menitipkan anaknya ke tersangka, karena bekerja sebagai pedagang. Dimana tersangka M melakukan perbuatannya dengan cara menggesekkan dan memegang alat kelamin korban.

"Semua dilakukan orang dekat, maka dari itu saya mengimbau kepada orang tua agar berhati-hati selalu waspada dan jangan gampang menitipkan anak, serta anak perempuan juga pakaian harus diperhatikan," jelas Andes.

Para tersangka pun, lanjut Andes, dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan perempuan dan anak. Dimana untuk tersangka Zuber dan Zulkarnain dikenakan Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Jo Pasal 76 D. Sedangkan tersangka AG dikenakan Pasal 82.

"Ancamannya bisa 15 tahun untuk Zuber dan Zulkarnain. Nah, kalau AG kita lihat karena masih dibawah umur, mungkin bisa 7 tahun," tegas dia.

Sementara, tersangka Zuber mengaku, perbuatan itu dilakukan dirinya karena tidak tahan lagi menahan nafsu syahwat lantarab telah lama menduda. "Saya khilaf karena sudah lama tidak begituan semenjak bercerai dengan istri," kata tersangka Zuber.

Sedangkan tersangka Zulkarnain, mengaku, dirinya nekad memperkosa korban Mawar lantaran telah lama tidak berhubungan intim, sebab sang istri sudah tidak bisa melayani nafsu syahwatnya. "Istri saya sudah lama tidak mampu karena sudah tua. Jadi liat korban saya khilaf, menyesal pak," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 694