Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIk pimpin pembubaran hiburan OT yang melanggar batas waktu di Dusun Embus Sari, Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang. (Foto: Ist)

12 Maret 2019 22:55:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Karena tidak mengindahkan Surat Edaran Bupati OKU Timur, tentang batas waktu hiburan Orgen Tunggal (OT), membuat Kapolres OKU Timur bersama TNI membubarkan hiburan OT yang diselenggarakan oleh Marsi di Dusun Embus Sari, Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang bahkan keyboard yang digunakan disita.

Pembubaran hiburan yang sudah melewati batas waktu ini dipimpin oleh  Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIK pada Selasa (12/03/2019) malam sekitar pukul 20.00 Wib.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIK, mengatakan, pembubaran hiburan OT dilakukan karrna melewati batas waktu yang sudah ditentukan.

Sudah ada edaran dari Bupati OKU Timur batas hiburan OT hingga pukul 17.00 Wib. Bahkan Polres juga sudah membuat maklumat menindaklanjuti surat edaran Bupati OKU Timur tersebut. Karena melanggar, maka alat keyboard yang digunakan disita dan dibawa ke Mapolres OKU Timur.

Hiburan OT pada malam hari ditenggarai menjadi tempat peredaran Narkoba dan sudah sangat meresahkan masyarakat.

 "Tujuan penertiban untuk menjaga keamananan daerah kita karena masyarakat sudah resah dengan hiburan Orgen Tunggal pada malam hari yang sering menjadi pemicu keributan," ungkapnya.

Kapolres menambahkan, seharusnya Kades setempat mendukung kebijakan pemerintah daerah dan Forkopimda serta  berani menyampaikan hal ini kepada pembuat hajat bukan justru  mendukung kegiatan ini sampai malam hari dan tidak  mendengarkan himbaun dari kepolisian dan pihak kecamatan.

 "Kami akan bertindak tegas membubarkan acara Orgen Tunggal yang berlangsung hingga malam,   jika dilanggar dan  berani coba-coba silahkan, TNI-Polri dan unsur pimpinan daerah OKU Timur akan bertindak jika masih melanggar saya  akan menyita alat keyboard yang digunakan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya  bahwa hiburan OT maupun  keramaian yang menggunakan musik sejenisnya di OKU Timur dibatasi pemerintah OKU Timur sampai  pukul 17.00 Wib  maupun sebelum magrib. Batas keramaian yang menggunakan hiburan OT, musik dan sejenisnya tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati OKU Timur HM Kholid MD nomor 307/Setda/2019.

Surat edaran tersebut sudah disebarkan ke seluruh masyarakat, ormas maupun organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang ada di OKU Timur untuk ditaati. Selain OT dalam Surat edaran itu juga disebutkan agar seluruh kegiatan keramaian terlebih dahulu memiliki izin dari Pihak Kepolisian, serta tidak melanggar norma-norma agama dan adat yang berlaku di Masyarakat.  

Sedangkan untuk kegiatan hiburan ditegaskan untuk tidak mengandung unsur pornografi, Perjudian, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. 

Apabila ditemukan pelanggaran dari surat edaran ini akan diberikan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi mejelaskan Surat Edaran tersebut dikeluarkan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta untuk mencegah penyakit masyarakat.

"Seluruh kegiatan yang melibatkan masyarakat umum maupun keramaian agar dapat mematuhi surat edaran ini. Terutama untuk OT tuan rumah maupun penyelenggara keramaian agar memperhatikan batas waktu yang sudah ditentukan sebelum magrib. Ini dilakukan untuk ketertiban masyarakat," jelasnya. 

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 8383