Berita :: GLOBALPLANET.news

Evan Zaputra, tersangka kasus penyiraman air cuka pada istri kedua saat dihadirkan dalam press release di Mapolres Prabumulih, Rabu (13/3/2019). (Foto: Hardoko Susanto)

13 Maret 2019 15:47:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Evan Zaputra (32) seorang pria warga Cambai, Kota Prabumulih ditangkap terkait kasus penyiraman air cuka (asam asetat) dengan korban istri keduanya, Miyanti (17). Penganiyaan berat oleh penambang pasir ini diduga terencana.

Kejadian yang mengharukan terjadi di jalan lingkar RT 02 RW 03 Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumsel. Evan mengaku kesal karena saat tiba, istri mudanya itu tidak berada di rumah dan ketika datang lagi pada keesokan hari, istrinya sedang tidur dan terjadi adu mulut. "Air cuka sendiri memang ada di rumah, karena selain penambang pasir juga pernah sebagai petani karet. Pas besok pagi harinya, kembali lagi dan waktu tiba di rumah istrinya sedang tidur. Sempat terjadi adu mulut hingga penyiraman air cuka," tutur Evan, Rabu (13/3/2019).

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk melalui Waka Polres Kompol Haris Batara  didampingi Kasat Reskrim   AKP Abdurrahman mengatakan, selain tersangka diamankan barang bukti satu botol plastik  yang terdapat sisa dari cairan asam asetat ( asam cuka),  selembar kain sprei, selembar BH, dan kasur.

Pelaku ditangkap Senin (12/3/2019) di salah satu salon di Jalan Maskarebet  Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, sekitar pukul 20.30WIB. "Setelah dilakukan penyidikan lebih mendetail, ternyata tersangka Evan Zaputra ini memilili dua Istri, dan satu simpanan lain PIL (Pria idaman lain/Bencong) yang sempat menjalin hubungan selama satu tahun, dari pengakuannya saat diinterogasi," ujar kompol Haris.

Kasat Reskrim menambahkan, tersangka berada di Palembang untuk kabur ke jalur, Kabupaten Banyuasin. "Kalau tidak sigap, tersangka sendiri akan bertolak ke jalur paginya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Evan Zaputra akan kita kenakan pasal 355 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutupnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 239