Berita :: GLOBALPLANET.news

Gubernur Sumsel Herman Deru menyapa warga dalam kunjungan ke Lempuing OKI, Kamis (14/3/2019). (Foto: Ist)

14 Maret 2019 19:01:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Memasuki enam bulan menjabat Gubernur Sumsel, Herman Deru gencar kunker ke sejumlah kabupaten. Kamis (14/3/2019) berkunjung ke Ponpes Walisongo Serabuk Jaya Rantau Durian I Lempuing Jaya, Kabupaten OKI.

Sejumlah permasalahan dibahas mulai dari jalan rusak hingga  mengecek harga karet di kalangan petani. "Saya datang  karena di medsos lagi ramai yang berendam di jalan rusak. Sudah saya anggarkan tahun ini sekitar hampir Rp70 miliar untuk perbaikan jalan di OKI. Biar nanti Bupatinya yang melakukan perbaikannya. Kalau ini baik tentu akan ditingkatkan jumlahnya," ujarnya.

OKI lanjutnya merupakan kabupaten yang sangat luas di Sumsel hampir setara luas Provinsi Bengkulu. Karena itu perbaikan jalan dan segala permasalahannya perlu diatasi bersama dengan pemprov, Pemkab, ulama, dan masyarakat.

Setelah mengucurkan dana perbaikan infrastruktur Gubernur meminta semua pihak tidak hanya fokus dalam pengerjaan jalan. Melainkan juga pascaperbaikan, agar jalan tidak rusak kembali.

Di antaranya menertibkan truk-truk pengangkut karet yang membawa cuka para, asam semut dan tawas untuk pembekuan. Menurutnya air-air keras yag dibawa tersebut kerap menetes dan membuat jalan lebih mudah rusak.

"Saya akan perintahkan Dishub saat melakukan KIR pembuangan di depan harus dibuang karena kena cuka parah batu saja remuk apalagi aspal.  Saya akan bantu tapi masyarakat juga ikut jaga," terangnya.

Selanjutnya di hadapan warga Lempuing Herman Deru juga mengecek dan memastikan bahwa harga karet sudah berangsur naik. Dijelaskannya setelah ada pembicaraan bilateral antara Pemerintah Indonesia, Thailand dan Malaysia yang menjadi penyumbang karet terbesar di dunia, harga karet internasional sudah mulai naik dari 1,2 dollar menjadi 1,7 dollar perkg atau di kisaran Rp23.000.

"Itu harga untuk karet dengan kadar air nol persen. Nah di kita ini sekitar Rp17.000 dengan kadar air masih 50-55 persen  sehingga petani terima Rp8500 perkg dari pengumpul. Tapi setelah sudah 3 pekan ini harganya sudah naik. Untuk karet sadap usia 1-12 hari harganya sudah Rp9000. Bapak ibu harus tahu karena ada subsidi dan bantuan alat produksi dari pemerintah. Pengumpul harus sampaikan ini ke petani," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI Djakfar Shodiq meminta masyarakat tak lagi resah dan mengeluhkan soal jalan rusak menuju Lempuing.

"Intinya tidak usah khawatir karena kita lihat sendiri Pak Gubernur rajin turun ke kabupaten. Jadi beliau tahu ini dan tadi disebutkan segera diperbaiki,," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 302