Berita :: GLOBALPLANET.news

Aksi Kampanye Senyap yang dilakukan Organisasi Palembang Pecinta Hewan (PPH), Kamis (4/4/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

04 April 2019 13:58:58 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Hari Satwa Telantar se-Dunia yang jatuh pada 4 April diperingati dengan ajakan memelihara dan mengadopsi hewan yang tak bertuan dan telantar. Di Palembang, aktivis dari Palembang Peduli Hewan (PPH) menggelar Aksi kampanye senyap di trotoar depan SMA Negeri 3 Palembang Jalan Jenderal Sudirman, dengan membentang spanduk Rabu (4/4/2019).

Spanduk itu berisi tulisan, "Kami dibunuh karena kesalahan manusia... Dimanakah keadilan bagi kami???". 

"Bertepatan dengan hari hewan terlantar/gelandangan kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat bagaimana cara memperlakukan hewan yang ditelantarkan karena hewan juga berhak mendapat perlakuan dan hidup layak," ujar Rohani salah satu relawan PPH.

Diakuinya, dirinya sendiri saat ini juga sedang merawat salah satu kucing yang ia jumpai di jalan. "Saya pribadi sudah satu tahun belakang merawat 2 kucing. Bahkan anggota kami, di rumah masing-masing merawat hewan ada 2 hingga 5 ekor," kata dia.

Di tempat yang sama, Syarif pendiri PPH menjelaskan hingga saat ini hewan terlantar masih dirawat di bawah Kementerian Pertanian. Sementara di dinas baik provinsi maupun Kota, tidak ada yang khusus menangani hewan gelandangan/terlantar.

"Tindak lanjut terakhir kami mensosialisasi Perda Nomor 2 tahun 2019 untuk Kota Palembang, kami harap ada perkembangan. Kami harap kedepan dengan terbitnya Perda 2019, akan ada turunannya (perwali) yang memudahkan kami untuk bergerak di lapangan. Karena organisasi seperti kami juga butuh izin kuat agar dapat menjalankan peranan kami," tuturnya.

Syarif mengungkapkan, yang menampung hewan-hewan saat ini ialah rekan-rekan sesama pecinta hewan dari Palembang Sahabat Satwa yang merawat hampir 200 ekor hewan gelandangan. 

"Semua kebutuhan mulai dari makan, perawatan, dan lain-lain ditanggung anggota dan tidak ada bantuan pemerintah," tandasnya.

Pihaknya tidak bisa mengharapkan uluran pemerintah, karena tenaga pemerintah juga terbatas dalam menangani hewan-hewan gelandangan.

"Maka itu, jika perwali sudah terbit kami bisa menjalankan tugas kami di lapangan, kami harap pemerintah berhenti bersikap tak peduli dengan hewan dan mulai menganggap penting persoalan hewan gelandangan ini," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 255