Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist)

10 April 2019 07:02:48 WIB

BENGKULU, GLOBALPLANET - Dengan jabatan sebagai Ketua Komisi, oknum wakil rakyat ini memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan uang tambahan dengan cara tidak benar. Akibatnya, jelang pemilu oknum anggota dewan ini ditangkap dan segera menjalani persidangan.

Oknum Anggota DPRD Bengkulu Tengah dari Partai Gerindra HL, yang terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda Bengkulu akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu setelah sebelumnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Senin (8/4/2019).

Dengan pelimpahan tahap II itu, HL ditahan di Rutan Malabero Kota Bengkulu selama 20 hari. Dikutip dari bengkulutoday,com Kasi Penuntutan Kejati Bengkulu Rozano Yudistira mengatakan, tersangka telah mengakui perbuatannya, yakni terkait permintaan sejumlah uang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Tengah kepada kepada Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah. 

"Dalam penyerahan uang terakhir yakni Rp 10 juta kepada tersangka itulah Tim Saber Pungli menangkapnya," ungkap Rozano.

Dijelaskan Rozano, diduga pemberian uang itu terkait dengan jabatannya sebagai Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Tengah, sebab Dinas Kesehatan merupakan salah satu OPD yang bermitra dengan komisi I. 

Untuk pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni pasal 12 hurup E  dan pasal 11 UU Tipikor. Pasal 12 minimal 4 tahun penjara dan pasal 11  minimal 1 tahun penjara. 

Untuk diketahui, HL terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda Bengkulu pada Selasa 8 Januari 2019 lalu. HL ditangkap di kediamannya di Halan Dharma Wanita Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu. 

Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Pasma Royce dalam keterangan persnya saat itu mengatakan, Hanaldin meminta uang Rp 50 juta kepada korban yakni Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah. Jika permintaan itu tidak dikabulkan, HL mengancam akan mempersulit anggaran di Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah. 

Ancaman itu akhirnya dipenuhi oleh korban dengan memberikan uang sebanyak 3 kali kepada tersangka, pertama kalinya Rp 20 juta, kedua Rp 10 juta dan ketiganya Rp 10 juta. Pada pemberian uang yang ketiga itulah tersangka ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polda Bengkulu. 

Pemberian uang diberikan secara berkala, untuk tahap I pada Mei 2018, tahap II pada Desember 2018 dan tahap III pada 8 Januari 2019.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 113