Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasat Pol PP, Hery Alkahfi bersama Wabup Lahat, H Haryanto, Kapolres Lahat dan Dandim 0405 Lahat pada HUT Satpol PP beberapa waktu lalu. (Foto: Ferry Andhika)

13 April 2019 12:23:08 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Prostitusi berkedok cafe di Kabupaten Lahat, Sumsel menjadi pekerjaan rumah Pemkab Lahat melalui instansi penegak perdanya. Seperti diduga di Kawasan Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur.

Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM menuturkan Satpol PP sebagai satuan penegak peraturan daerah (Perda) diharapkan mampu memberikan perlindungan masyarakat. Harus berada di tengah-tengah masyarakat, dalam menjalankan perda dan menegakkannya berdasarkan aturan berlaku.

"Dalam menegakkan Perda, kedepan Satpol PP harus lebih sigap, cepat, responsif. Telusuri apa yang diinginkan masyarakat, jika ada yang melanggar, segera tegakkan aturan," ujar mantan Sekda Lahat itu.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lahat, Hery Alkahfy AP MM mengatakan, untuk penyalahgunaan kafe seperti di wilayah Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT KAI dan Polres Lahat, untuk melakukan penggusuran. Mengingat area tersebut masuk dalam wilayah PT KAI.

"Ada indikasi area itu milik PT KAI. PT KAI sudah merespon, rencananya akan dibuat rel double track," ujarnya, Sabtu (13/4)

Hery menuturkan, untuk mewujudkannya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi, verifikasi, hingga pendataan penghuni area remang-remang persis di pintu masuk Kabupaten Lahat itu. Melihat hingga batas mana area milik PT KAI, dan siapa saja yang warga lahat.

"Kebanyakan orang dari luar lahat. Kalaupun nanti ada penertiban, sisi sosial juga harus dipikirkan. Bakal diapakan para wanita penghibur itu, apakah akan diberikan pelatihan kerja, atau dipulangkan," jelasnya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : Zul Mulkan 177