Berita :: GLOBALPLANET.news

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Kota Palembang, Senin (15/4/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

15 April 2019 14:10:30 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang harus membuat program yang mengintervensi masyarakat miskin. Pasalnya, penurunan jumlah penduduk miskin Kota Palembang masih terlalu landai.

Wakil Wali kota Palembang Fitrianti Agustinda menyampaikan, tidak cukup hanya dengan mengolah data yang ada, namun turut mencari, melihat, dan merasakan sendiri apa yang dirasakan masyarakat. Karena penurunan angka kemiskinan Kota Palembang masih sangat landai dari sekitar 11 persen menjadi 10,95 persen.

"Saat ini sudah terjadi penurunan kemiskinan di Palembang, namun penurunannya masih dalam grafik yang landai. Target kedepannya penurunan jumlah kemiskinan dapat terjadi signifikan dan lebih baik lagi," ujarnya pada Rakor terkait, Senin (15/4/2019). 

Pada rakor tersebut Fitri mengajak seluruh pihak melakukan tindakan tidak hanya terbatas pada rapat saja. Menurutnya tindakan nyata melalui aplikasi program penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif untuk mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan hingga satu digit. 

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Harrey Hadi menjelaskan, dengan bantuan aplikasi SIDAK (Sistem Data Kemiskinan) akan mempermudah OPD dalam menyusun program supaya tepat sasaran.

"Di aplikasi ini tercantum nama, foto, dan alamat penduduk miskin di Kota Palembang, jadi bisa membantu program OPD agar tepat sasaran. Di aplikasi SIDAK data penduduk miskin terus diupdate setiap satu tahun sekali oleh Dinas Sosial dan dibantu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kota Palembang," tuturnya.

Ia mengatakan berdasarkan data dari BPS jumlah penduduk miskin Kota Palembang 117 ribu, sementara berdasarkan Basis Data Terpadu adalah 108 ribu. Perbedaan ini dikarenakan, pendekatan survei yang dilakuan BDT berbeda menggunakan variabel-variabel lain dari BPS.

"Target kita tahun 2022 angka kemiskinan ini menjadi 1 digit. Memang tidak secepat yang kita inginkan, karena perlu komitmen kepala OPD. Pertumbuhan ekonomi Palembang yang sebesar 6,16 persen harus diikuti jumlah pengangguran dan kemiskinan yang turun," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 158