Berita :: GLOBALPLANET.news

Bawaslu OKU Timur terus melakukan pemantauan dan pengawasan setiap tahapan Pemilu serentak 2019. (Foto: Dadang Dinata)

21 April 2019 18:33:57 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Pasca pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 lalu, kini tengah memasuki tahapan rekapitulasi. Proses rekapitulasi data tersebut harus diawasi secara intensif, guna meminimalisir tindakan kecurangan maupun indikasi jual beli suara, khususnya suara legislatif yang saat ini juga sedang dalam proses penghitungan.

"Pengawasan sudah kita lakukan maksimal, dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), tingkat Desa/Kelurahan hingga ke tingkat kecamatan atau PPK," kata Ketua Bawaslu OKU Timur Ahmad Gufron melalui Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Benny Tenagus, SKM pada Minggu (21/04/2019).

Tentang isu indikasi peluang terjadinya jual beli suara Calon Anggota Legislatif (Caleg), dia menegaskan hal tersebut sudah diantisipasi semaksimal mungkin melalui jajaran Bawaslu. Termasuk sinkronisasi data yang dimiliki masing-masing, antara Bawaslu dan KPU OKU Timur harus sama.

"Antisipasi maupunpengawasan tentang kerawanan jual beli suara dalam proses perhitungan suara Caleg juga kita lakukan. Data yang kami miliki dari hasil pengawasan di lapangan harus sama dengan data yang dimiliki KPU. Salinan hasil pleno di tingkat PPK juga kami wajib miliki, agar jangan sampai ada perbedaan data yang memgakibatkan celah jual beli suara yang dimaksud," katanya.

Dia berpesan kepada kontestan Pemilu agar mematuhi peraturan yang ada dengan tidak melakukan upaya-upaya yang diluar aturan yang telah ditetapkan. "Bila terbukti melakukan upaya pelanggaran, tentunya kami proses sesuai aturan yang ada," ungkapnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 103