Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Amarullah Diansyah)

15 Mei 2019 17:20:21 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Ramadhan 1440 Hijriah di Kabupaten Muba, Sumsel kali ini tampil beda. Maum milenial di Bumi Serasan Sekate, bisa tampil dan unjuk aksi di atas panggung yang khusus disediakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Muba.

Panggung kecil yang berada di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu ini dapat digunakan anak muda untuk melakukan kegiatan positif sembari menunggu waktu berbuka puasa, baik dengan live musik maupun stand up comedy atau pertunjukkan lainnya.

Plt Kepala Dispopar Kabupaten Muba Muhammad Fariz melalui Kabid Pariwisata, Busriyanto mengatakan, kegiatan itu telah dimulai pada 13 Mei lalu. Dimana, hal itu dilakukan pihaknya sebagai bentuk pembinaan kreatifitas seni untuk pengembangan pariwisata di Kota Sekayu khususnya dan Kabupaten Musi Banyuasin umumnya.

"Jadi kita ajak para milenial yang tergabung di komunitas dari musik, stand up comedy, nasyid maupun komunitas pecinta seni lainnya di Sekayu untuk tampil dipanggung yang disediakan gratis dengan tema "Ngabuburit" di Sekayu," ujar Busri, Rabu (15/5/2019).

Bukan hanya itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengeksplorasi dan mempromosikan potensi dan kreatifitas seni kaum milenial, mempererat Ukhuwa Islamiyah antar masyarakat, dan memberikan alternatif hiburan bagi masyarakat dalam memanfaakan waktu menunggu saat berbuka puasa. 

"Kita mulai itu mendekati berbuka puasa yang dipusatkan di gelanggang Remaja Sekayu dekat pasar Ramadhan, sehingga sembari warga membeli buat berbuka bisa melihat hiburan yang ditampilkan," jelas dia.

Lebih lanjut Busri mengatakan, sejak hari pertama pelaksanaan terlihat antusias warga yang menyaksikan sehingga tidak menutup kemungkinan dijadikan kalender rutin setiap bulan Ramadhan, dan jadi sarana edukasi dengan menanamkan rasa cinta tradisi dan kearifan lokal.

"Di hari pertama pembukaan antusias cukup banyak warga menonton. Nanti, kita bisa jadikan agenda rutin tiap bulan puasa program Ngabuburit ini," tandas dia.

 

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 183