Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana kegiatan sosialiasi RREG dan RTT di Hotel Harper Palembang, Kamis (16/5/2019). (Foto: Karerek)

16 Mei 2019 21:37:50 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Badan Restorasi Gambut (BRG) menyusun Rancana Restorasi Ekosistem Gambut (RREG) dan Rencana Tindakan Tahunan Restorasi (RTT). Kegiatan ini dilakukan di Hotel Harper Palembang, Kamis (16/5/2019).

Deputi Perencanaan dan Kerjasama BRG, Budi S Wardhana mengungkapkan,hingga 2020 ada enam KHG yakni Sungai Medak-Sungai Lalan, KHG Air Banyuasin-Air Lilin, KHG Sungai Musi-Sungai Blidah, KHG Sungai Musi-Sungai Aek Lematang, KHG Sungai Musi-Sungai Penukal dan KHG Sungai Penukal-Sungai Abab. 

“Targetnya di Sumsel sekitar 168 ribu hektar ditambah 40 ribu hektar jadi lebih dari 200 ribu hektar,” ungkapnya. 

Dijelasknnya, ada tiga alasan kenapa adanya penambahan restorasi gambut di Sumsel yakni masih terjadi kebakaran di 2016-2017, masih adanya pembukaan di wilayah-wilayah yang tadinya wilayahnya utuh dan karena adanya perubahan data peta,” ucapnya. 

Menurut Budi, RTT 2019 di Sumsel dikembangkan secara komprehenshif berdasarkan sains dan data terkini. Prosesnya juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sumsel. 

“Dalam tiga hari kedepan BRG bersama konsersium dan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi untuk  membahas strategi, peluang dan tantangan pelaksanaan RREG danRTT di lapangan,” ungkapnya.

Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Restorasi Gambut 

Ditambahkannya, dalam pelaksanaan restorasi sendiri berdasarkan Permendes dijelaskan hjikapemanfaatan dana desa bukan hanya untuk infrastruktur tetepai juga bisa untuk kegiatan lainnya seperti restorasi gambut. 

“Tata caranya sudah jelas penggunaannya, harus ada di Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) agar ada akuntabilitas serta harus memiliki indikator penggunaan dana yang dikeluarkan untuk keperluan restorasi gambut,” upcanya. 

Reporter : Globalplanet Editor : Karerek 360