Berita :: GLOBALPLANET.news

21 Mei 2019 05:45:40 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - KPU menyelesaikan proses rekapitulasi nasional yang hasilnya Jokowi menang. Seperti diduga, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan tidak mengakui hasil rekapitulasi suara nasional Pemilihan Umum Presiden 2019.

Seperti diketahui, rekapitulasi di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN) memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Bahwa kami, saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi," ujar Azis dalam rapat pleno di gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Umum Presiden 2019. Pengumuman itu disampaikan KPU dalam rapat pleno di gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari WIB. 

"Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara," ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dilansir CNBC Indonesia dari detik. 

Rapat pleno digelar usai KPU menuntaskan rekapitulasi nasional di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Perinciannya, Jokowi-Amin unggul di 21 provinsi antara lain Gorontalo, DKI Jakarta, dan Papua. Sedangkan Prabowo-Sandi menang di 13 privinsi seperti Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 93