Berita :: GLOBALPLANET.news

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Palembang menemukan zat formalin dari panganan tahu yang berada di dalam rujak mie usai melakukan inspeksi mendadak di sentra industri pempek 26 Ilir, Kamis (23/5/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

23 Mei 2019 17:14:35 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Didampingi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang Hardaningsih, Fitri beserta rombongan menjumpai para pedagang dan mengecek takjil yang rata-rata adalah pempek.

"4 dari 11 sampel yang kita ambil positif mengandung formalin, semuanya adalah tahu yang berada dalam satu kemasan pada rujak mie," kata Fitri.

Selain tahu, tak ada makanan lain yang ditemukan mengandung formalin. Fitri mengatakan sejumlah pedagang tahu mengaku kadang tahu yang mereka terima dari produsen tak mengandung formalin tapi kadang juga mengandung formalin, ini artinya yang berformalin adalah tahu yang tak habis dijual.

"Sampel kita amankan agar tidak dikonsumsi masyarakat umum. Kita bisa lihat sendiri keberadaan tahu berformalin kini jarang ditemukan ini artinya para produsen tahu sudah mengetahui akan konsekuensi yang diterima jika terbukti menggunakan pengawet kedalam tahu," ujarnya.

Ditempat yang sama, Hardaningsih kepala Balai Besar BPOM Palembang menambahkan, selama tahun ini pihaknya menemukan beberapa produsen nakal yang masih memproduksi tahu atau mie berformalin.

"Salah satunya yang di Jakabaring sekarang sedang menjalani proses pengadilan. Dan ada 9 lainnya sudah kami amankan," terangnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah BPOM untuk menekan anhka penggunaan formalin didalam tahu adalah dengan mengundang sejumlah ahli untuk mengenalkan salah satu pengawet yang aman.

"Nama pengawetnya Palata itu dibuat dari kulit buah pisang kemudian diekstrak, setelah diuji tahu dengan palata tahan 2-3 hari saja," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 160