Berita :: GLOBALPLANET.news

Pertemuan Kelompok yang di fasilitasi KTH Tella Serasan di Balai Desa Teluk limau kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. (Foto : Yayat Hidayat 2019)

23 Mei 2019 19:00:54 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - KTH Tella Serasan adalah salah satu kelompok masyarakat yang menerima SK Perhutanan Sosial dari Presiden RI (Jokowi) pada Desember 2018  di Taman Wisata Alam (TWA) Puntikayu Palembang. Sebagai tindak lanjut, maka yang dilakukan KTH Tella Serasan yang diberikan IUPHKM  (Izin  Usaha pemanfaatan Hutan kemasyarakatan) seluas ± 5.800 Ha pada kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi Di Desa Teluk Limau Kecamaatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim  sesuai Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.4284/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/6/2018 tanggal 25 Juni 2018.

Menurut Zaid Faisal selaku ketua KTH Tella Serasan bahwa KTH Tella Serasan  telah menyusun Rencana Kerja Tahunan (2018-2019) IUPHKM KTH Tella Serasan  dengan kegiatan ; pemanfaatan hasil hutan kayu dan Hasil Hutan Bukan kayu seluas 400 Ha, sehingga kebutuhan bibit untuk penanaman oleh KTH Tella Serasan ini  telah mengajukan permohonan bantuan bibit ke BPTH Wilayah I. Selain bibit-bibit tanaman yang dibutuhkan, masyarakat juga berharap disertai dengan bantuan peralatan dan bahan serta modal lainnya yang diperlukan.

Manajer Persemaian Permanen Sukomoro BPTH Wilayah I (Riza Yanuardi) berdiskusi  dengan kelompok masyarakat. (Foto : Yayat Hidayat 2019)

Menurut Yayat Hidayat selaku pimpinan (BUMS) yang bermitra dengan KTH Tella Serasan menjelaskan bahwa peran mitra (BUMS)  adalah sebagai pendamping, penyerta modal kerja serta penyedia pasar. Sedangkan KTH Tella Serasan sebagai pelaksana kegiatan  tersebut. Penanaman sistem  Agroforestry pada tahun 2019 ini ditargetkan seluas 200 Ha, kebutuhan bibit sebanyak 200.000 Batang, dengan jenis Akasia, Sengon, dan jenis MPTS (Nangka, Sirsak).   Rencana pemanenan untuk Akasia dan Sengon berumur 6 -8 tahun, untuk kebutuhan bahan pulp pada industri kertas dan kayu pertukangan di Sumatera Selatan.

 Riza Yanuardi mengatakan bahwa “Sistem  agroforestry ini adalah bentuk usaha tani dimana pelaksanaan penanaman dilakukan  secara bersamaan maupun bergantian  dengan mengkombinasikan pepohonan dan tanaman pertanian yang bertujuan meningkatkan keuntungan baik secara ekonomi (kayu mapun non kayu) maupun lingkungan (melindungi tanah dari erosi, mengurangi kebutuhan pupuk), sehingga pertimbangan dalam menentukan jenis tanaman yaitu jenis –jenis yang tersedia potensi pasarnya saat ini maupun yang akan datang serta kesesuaian tempat tumbuhnya. Agroforestry pola tanaman campuran yang terdiri dari tanaman pokok (sengon, akasia dll), tanaman tahunan (Nangka, Sirsak dll) serta tanaman semusim (Jagung,semangka, dll).”

Serah terima Bibit antara Kelompok Masyarakat dengan Pelaksana Persemaian Permanen Sukomoro BPTH Wilayah I di lokasi PP Sukomoro di Kec.Talang kelapa Kab. Banyuasin. (Foto: Yayat Hidayat 2019)

“Pemenuhan kebutuhan bibit untuk penanaman HKM  KTH Tella Serasan ini dilakukan secara bertahap bila lokasi tanam telah siap, pada tahap awal distribusi bibit dari Persemaian Permanen Sukomoro BPTH Wilayah I sebanyak 3.000 batang meliputi jenis Akasia, Jelutung dan Nangka”. Ujar Riza Yanuardi  selaku Manajer Persemaian Permanen Sukomoro BPTH Wilayah I.

“Diprediksi pada kurun waktu 5-7 tahun ke depan, area IUPHKM  KTH tella Serasan  di Desa Teluk Limau Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim terjadi peningkatan kesuburan lahan dan penambahan pendapatan masyarakat dari hasil panennya, dapat dibayangkan semua fasilitasi dari pemerintah (bibit dan lahan gratis) maka mari kita sukseskan program ini”. Ujar Zaid Faisal.

 

Reporter : GlobalPlanet Editor : M.Rohali 333