Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Palembang Elvis Rusdy, Jumat (24/5/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan).

24 Mei 2019 13:38:30 WIB

PALEMBANG , GLOBALPLANET.news - Sepanjang bulan Ramadan Dinas Sosial Kota Palembang menemukan modus baru dari para gepeng/pengemis yang sering meminta-minta di titik-titik keramaian Kota Palembang.

Modus baru ini adalah dengan membawa satu keluarga dengan gerobak atau biasa disebut dengan manusia gerobak.

Hal ini diungkapkan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Palembang, Elvis Rusdy ketika dijumpai diruangannya didampingi Yudhi Irawan Kasi Rehsos dan Korban perdagangan, Jumat (24/5/2019).

"Bulan Ramadan ini memang anjal dan pengemis yang biasa dijumpai sedikit berkurang, justru sekarang kami menemui modus baru yaitu manusia gerobak. Yang sebenarnya mereka itu pemulung dengan membawa barang-barang bekas," ungkap Elvis.

Manusia gerobak ini, kata Elvis, memang tidak meminta-minta. Akan tetapi mereka selalu ada di titik keramaian seperti pasar Bedug, lampu merah, atau di pinggir Jalan Protokol untuk menunggu belas kasihan orang yang lalu lalang. Modus ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi untuk bulan Ramadan ini modus lama pengemis sudah jarang dijumpai.

"Mereka menggunakan modus ini mungkin karena sering terjaring tim pemantau Dinsos, sehingga untuk mengelabui petugas menggunakan gerobak. Sudah kami pelajari jam dan lokasi mereka, beberapa sudah terjaring," kata dia.

Beberapa manusia gerobak yang sudah diamankan, pihaknya telah memberikan solusi agar mereka tak mengulangi duduk di pinggir jalan.

"Solusi dari kami yaitu mereka sebagain akan menerima bantuan non tunai, ini bagi mereka yang warga kota Palembang ya, kalau luar kota Palembang tidak bisa. Jadi tak ada alasan lagi, sudah kita bina kita kasih bantuan, kalau masih kedapatan kita sita gerobaknya," tandasnya.

Sementara Yudhi Irawan Kasi Rehsos, Tuna Sosial, dam Korban Perdagangan Orang menambahkan, pihaknya telah mengamankan 6 gerobak yang sering duduk di pinggir Jalan Protokol. 

"Beberapa gerobaknya kami kembalikan, dari pengakuan mereka katanya gerobak ini digunakan untuk mengangkut barang hasil mulung. Sebagian adalah pemain lama," terang Yudhi.

Untuk mengantisipasi, pihaknya rutin menurunkan tim penjangkau yang terdiri dari tim gabungan Dinas Sosial dan Pol PP. "Sesuai perintah setiap hari tim kami keliling dengan dua unit mobil pemantau salah satunya truk pengangkut," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Karerek 250