Berita :: GLOBALPLANET.news

Tampak, tempat pembuangan sampah di Jalan Padat karya yang dikeluhkan masyarakat karena sudah merusak penciuman masyarakat sekitar. (Foto: Hardoko Susanto).

25 Mei 2019 09:22:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Sampah yang dibuang di pinggir jalan umum, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih, Kota Prabumulih, padahal lokasinya berada di tengah Kota Prabumulih yang dikelilingi komlek relatif menengeh ke atas.

"Seharusnya pemerintah yang menentukan sendiri lokasi dan melihat efek negatif dari lingkungan yang padat penduduk dengan suasana yang tidak sehat," ujar Fairus salah satu warga yang menenpati ruko tak jauh dari tempat pembuang sampah, Sabtu (25/5/2019).

Lanjudnya, selain menimbulkan bau busuk sampah tersebut juga merusak pemandangan, apalagi banyak masyarakat yang mencari nafkah di lokasi tersebut dengan usaha kuliner.

Senada yang dikeluhkan salah satu pedagang kuliner yang enggan disebut namanya, " kita pernah mengusulkan kepada pihak pemerintah, khusnya dinas kebersihan supaya tempat pembuang sampah di jalan padat karya ini dipindahkan ketempat lain,” ucapnya.

Namun, masih kata bapak yang sudah berjualan lebih dari tiga tahun ini, jawaban pemerintah silahkan tunjuk dan cari tempat sendiri, kita hanya bisa memindahkan kalau ada rekomendasi dari warga sekitar, keluhnya.

" Kan lucu, kok kami warga sekitar yang berdomisili disini yang mencari tempat pembuangan sampah, padahal kita sudah langganan untuk membuang sampah, semestinya tukang sampah keliling yang sudah dibayar perbulannya langsung membuang sampah di tempat pembuangan sampah akhir, yaitu sukajadi, bukannya di sini mas,” tegasnya.

Tambah, untuk jadwal pengambilan sampah memang dimulai dari pukul 9 pagi hingga sore, tapi masih kurang etis lah, Jalan Padat Karya inikan, boleh dibilang jalan kedua dari jalan Sudirman, karena yang melintasi jalan ini cukup padat.

"Ya, mohon bantuannya kepada pemerintah khusnya dinas kebersihan kota Prabumulih supaya lebih tanggap dan cepat menagani hal ini," pintanya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 109