Berita :: GLOBALPLANET.news

29 Mei 2019 16:01:00 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Sumut merupakan singkatan dari Sumatera Utara. Namun ada yang memplesetkannya menjadi Sumut, semua urusan mesti uang tunai.

Plesetan ini muncul karena selama bertahun-tahun Provinsi Sumut dikaitkan dengan praktek korupsi dan suap hingga ke level masyarakat.

Namun, politisi PDI Perjuangan yang pernah menjadi Calon Gubernur Sumut pada pilkada tahun lalu, Djarot Syaiful Hidayat, membuktikan hal itu sudah tidak lagi relevan. 

Setidaknya, sikap pragmatis yang mementingkan uang di atas segalanya, tidak dialami Djarot semasa dia mencalonkan diri sebagai calon Gubsu, dan kini, calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR-Ri dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3.

Kepada wartawan di Medan, Rabu (28/5/2019) Djarot Syaiful Hidayat mengaku sangat menaruh hormat terhadap jiwa dan kepribadian warga Sumatera Utara. 

Hal ini diungkapkannya terkait situasi politik yang terjadi di tengah masyarakat selama perjalanan pemilu 2019, baik sebelum dan sesudah pencoblosan.

"Orang banyak mengatakan, bertarung di Sumut itu sangat berat. Masyarakatnya sangat pragmatis dalam setiap hajatan politik yang dikedepankan money politik. Kalau tak ada uang jangan coba nyalon di Sumut, ucapan dan statemen seperti itu banyak yang tidak benar," kata mantan Gubernur Jakarta ini.

Djarot menyebutkan, tudingan bahwa masyarakat Sumatera Utara merupakan orang-orang yang pragmatis sangat tidak beralasan. Ia mencontohkan dirinya saat ini yang berhasil lolos menjadi calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 3 yang meliputi Kabupaten Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Kota Pematang Siantar, Kota Tanjung Balai dan Kota Binjai.

"Saya di sana tidak ada main politik uang. Saya selalu yakin bila yang kita perjuangkan adalah nilai kebaikan, nilai ideologi pancasila, nilai keadilan, nilai kebenaran. Maka kita tidak akan menghalalkan segala cara, biaya politik pasti ada tapi jangan suara itu dibeli. Warga Sumut tidak semuanya pragmatis, mereka punya nurani, punya hati dan mereka cerdas," ujarnya.

Alasan ini jugalah yang membuat Djarot sejak awal langsung memilih untuk menjadi caleg DPR RI dari Sumatera Utara. 

Karena, menurutnya, sifat dan karakter warga Sumatera Utara itu membuatnya sangat nyaman dan merasa sangat diterima di tengah masyarakat.

"Makanya begitu saya ditanya bu Mega, apakah saya akan maju dari DKI Jakarta atau kembali ke Jawa Timur atau jadi caleg dari Sumatera Utara, pilihan saya langsung Sumatera Utara. Karena hati saya sekarang sudah ada di Sumatera Utara," tegas Djarot.

Reporter : Hendrik Editor : Zul Mulkan 366