Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris dan Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki menggelar Konferensi Pers terkait penangkapan tiga pelaku pembunuhan sadis di Desa Tanjung Kerang Babat Supat. Ketiga pelaku yakni Riki Martin alis Bongkeng (tengah), M Rafli (kanan), dan Virgo Ferdias Hovaldo (kiri). (Foto: Amarullah Diansyah)

11 Juni 2019 16:15:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Pembunuhan sadis terhadap dua remaja di Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin Sumsel ternyata diduga dilatarbelakangi dendam terkait permasalahan hutang orangtua pelaku dan korban. Ketiga pelaku yang berumur belasan tahun telah ditangkap.

Ketiga pelaku pembunuhan yang terjadi Minggu (9/6) malam yang menewaskan Raja Putra (18) dan Aldi Apriyansyah (15) yakni Riki Martin alias Bongkeng (18) dan Muhammad Rafli (17) keduanya warga Desa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat. Kemudian Virgo Ferdiaz Hovaldo (16) warga Desa Tanjung, Kerang Kecamatan Babat Supat.

Ketiganya diamankan secara berurutan, dimana pelaku Riki Martin dan M Rafli ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Pilips IV Kecamatan Babat Supat, Senin (10/6/2019). Sedangkan pelaku Virgo Ferdiaz Hovaldo menyerahkan diri ke Polres Muba diantar oleh pihak keluarga beserta Kepala Desa Tanjung Kerang, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (11/6/2019).

"Pelaku berhasil ditangkap 8 jam setelah jenazah kedua korban ditemukan di Desa Tanjung Kerang," ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris dan Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki, saat menggelar konferensi pers, di Halaman Mapolres Muba, Selasa (11/6/2019).

 

Pembunuhan Berencana Diduga Dendam 

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Andes, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi dendam antara pelaku Riki Martin alias Bongkeng terhadap korban Aldi Apriyansyah. Dendam itu berujung pada pembunuhan berencana yang dirancang oleh pelaku Riki Martin dengan mengajak kedua pelaku lainnya yakni Rafli dan Virgo.

Dendam itu diawali dari selisih paham kedua orang tua pelaku Riki dan korban Aldim. Dimana kedua orang tua pelaku dan korban sama-sama meminjam uang di bank sebesar Rp25 juta, namun saat pembayaran hanya orang tua Riki yang membayar, sedangkan orang tua Aldi tidak melakukan pembayaran.

"Saat ditanya oleh orang tua Riki, orang tua Aldi menjawab dengan perkataan kasar. Begitu pula saat pelaku Riki bertanya dengan korban Aldi, korban Aldi menjawab dengan perkataan kasar. Sehingga timbul dendam dan niat untuk membunuh," terang Andes.

Selang beberapa waktu kemudian, sambung Andes, tepatnya Minggu (9/6/2019) ketiga pelaku bersepakat membunuh korban. Kemudia salah satu pelaku berkeliling desa dan melihat koban Aldi dan Raja tengah berada di rumah teman mereka. Sembari menunggu kedua korban pulang, pelaku Riki Martin membagikan senjata tajam kepada pelaku Rafli dan Virgo.

 

Riki Diduga Otak dan Perencana Pembunuhan

Saat pelaku melintas itulah, pelaku Riki Martin yang merupakan otak pembunuhan langsung mengayunkan sebilah kayu kearah kedua korban saat berkendara yang menyebabkan keduanya terjatuh dari motor. Saat terjatuh, korban Raja tertimpa motor, sedangkan korban Aldi berusaha melarikan diri.

Upaya korban Aldi melarikan diri gagak setelah berhasil ditangkap pelaku Rafli dan Virgo. Lalu, kedua korban dikumpulkan. "Saat itu, pelaku Riki melepaskan tembakan sebanyak satu kali kearah korban Aldi namun tidak kena karena kondisi gelap," kata Andes.

Selanjutnya, pelaku Riki menusuk korban menggunakan senjata tajam, lalu pelaku Riki menyuruh pelaku Rafli dan Virgo menusuk kedua korban hingga berkali-kali. Setelah keduanya meningga, ketiga pelaku menyeret tubuh para korban kedalam sungai kecil dan menutupinya dengan pelepah daun kepala sawit.

"Lalu, pelaku Riki mengambil handphone kedua korban dan motor, terus meninggalkan korban begitu saja. Motifnya dendam antara pelaku Riki dengan korban Aldi dan Putra," kata dia.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni saru buah senjata api rakitan, tiga buah senjata tajam, satu kunci T, dua buah penutup kepala, dua buah sepeda motor dan satu buah tas selempang.

"Ketiga pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP Ayat (4) dan atau Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya seumur hidup," tegas dia.

 

Riki Gunakan Senpi "Warisan" dari Kakek

Disinggung mengenai kepemilikan senjata api (senpi), Andes mengatakan, senjata api dan kunci T yang dimiliki oleh pelaku Riki Martin berasal dari Jaso (pelaku Curat yang ditembak mati di Bengkulu pada 2018 lalu). "Jaso ini merupakan Kakek pelaku Riki, saat diamankan senpi dan kunci T dikubur pelaku Riki. Kalau untuk pelaku Rafli, pernah masuk penjara karena kasus pencurian," beber dia.

Sekedar informasi, jenazah korban Raja Putra (18) dan Aldi Apriyansyah (15) keduanya warga Deaa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat ditemukan oleh warga terbujur kaku dengan puluhan luka tusuk di dalam parit kebun sawit Phlip 3 Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat, sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (10/6/2019).

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 388