Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris dan Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki menggelar Konferensi Pers terkait penangkapan tiga pelaku pembunuhan sadis di Desa Tanjung Kerang Babat Supat. Ketiga pelaku yakni Riki Martin alis Bongkeng, M Rafli, dan Virgo Ferdias Hovaldo. (Foto: Amarullah Diansyah)

11 Juni 2019 16:32:19 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Peristiwa pembunuhan sadis terhadap korban Raja Putra (18) dan Aldi Apriyansyah (15) di Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel.sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (9/6/2019) lalu menimbulkan cerita tersendiri.

Sebelum dieksekusi mati dengan cara dihujani puluhan tusukan benda tajam oleh tiga pelaku yakni Riki Martin alias Bongkeng (18), Muhammad Rafli (17), dan Virgo Ferdiaz Hovaldo (16), medua korban sempat memohon untuk tidak dibunuh.

"Saat keduanya kami kumpulkan, Aldi memohon untuk tidak dibunuh," ujar pelaku Muhammad Rafli saat dibincangi disela-sela konferensi pers, di Halaman Mapolres Muba, Selasa (11/6/2019).

Bahkan, sambung Rafli, korban sempat mempersilahkan dirinya dan pelaku lain untuk mengambil motor dan menawarkan memberi sejumlah uang kepada dirinya dan Riki serta Diaz. Namun, tawaran itu ditolak, dimana ketiga pelaku tetap menghujani kedua korban dengan tusukan benda tajam.

"Ya, dia (Aldi) bilang silahkan ambil motor dan dia juga akan beri uang Rp 1 juta, tapi mohon jangan dibunuh. Tawaran itu tidak kita hiraukan. Saat kami tusuk berkali-kali, mereka berdua tidak memberikan perlawanan apapun," kata Aldi lagi.

Sementara itu, pelaku Riki Martin yang merupakan otak pembunuhan mengatakan dirinya sangat dendam atas perkataan kasar korban Aldi dan Putra, terkait soal pembayaran pinjaman yang dilakukan kedua orang tua pelaku dan korban.

"Aku dendam nian pak dengan mereka. Aku rencanakan ini untuk menghabisi keduanya, aku mengajak Rafli dan Diaz. Senjata api dan pisau aku yang menyiapkannya juga," kata pelaku Riki.

 

Pelaku dan Korban Teman Main Sejak Kecil

Diakui Riki, dirinya dan kedua korban berteman sejak kecil, bahkan sering bermain bersama. "Mereka itu teman aku dari kecil, aku pukul menggunakan kayu, aku tusuk pakai pisau berkali-kali. Aku tembak sekali, tapi tidak kena karena gelap," tandas dia.

Sekedar informasi, ketiga pelaku Riki Martin alias Bongkeng (18), Muhammad Rafli (17), dan Virgo Ferdiaz Hovaldo (16) berhasil diamankan jajaran Polres Muba secara beruntun. Untuk pelaku Riki Martin dan M Rafli ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Pilips IV Kecamatan Babat Supat, Senin (10/6/2019) lalu. 

Sedangkan pelaku Virgo Ferdiaz Hovaldo menyerahkan diri ke Polres Muba diantar oleh pihak keluarga beserta Kepala Desa Tanjung Kerang, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (11/6/2019).

Dimana usai melancarkan aksinya, ketiga pelaku menyeret tubuh para korban kedalam sungai kecil dan menutupinya dengan pelepah daun kepala sawit di Desa Tanjung Kerang. Jenazah kedua korban ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (10/6/2019).

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 222