Berita :: GLOBALPLANET.news

Massa HMI menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif PBB di Kota Palembang, Rabu (12/6/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

12 Juni 2019 14:06:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Mengklaim menindaklanjuti keresahan warga terkait kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kota Palembang, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Palembang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Palembang, Rabu (12/06/2019).

Puluhan aktivis menuntut pemkot meninjau ulang terhadap penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang telah ditetapkan Walikota Palembang. Kemudian meminta transparansi penggunaan anggaran dalam proses pelaksanaan penerimaan PBB, meminta kepada pemkot untuk tidak menaikkan PBB secara tidak merata. 

"Sebagai pemegang wewenang pengambil kebijakan, mestinya Pemerintah Kota Palembang mengkaji ulang tarif PBB. Begitu banyaknya aduan dari masyarakat, artinya kenaikan ini sangat memberatkan masyarakat," ungkap Koordinator Aksi, Eko, Rabu (12/6/2019).

Pihaknya menyayangkan tak ada sosialisasi mengenai kenaikan tarif PBB dari Pemerintah Kota Palembang. "Kami memohon agar tarif PBB disesuaikan dengan pendapatan dan tingkat daya beli masyarakat," lanjutnya.

Menyikapi demo yang berlangsung, Hairul Anwar, Kabid PBB mengatakan secara bertahap pihaknya telah mengkaji secara akademis mengenai kenaikan PBB , pemerintah juga melakukan beberapa kebijakan. 

"Kebijakan dari perwali nomor 18 bahwa pembayaran PBB di bawah Rp 300 ribu digratiskan, jika merasa keberatan bisa ajukan keberatan dengan mekanisme mengajukan data real," terangnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 97