Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Dinas LHK Palembang Faizal AR, Rabu (12/6/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan).

12 Juni 2019 16:42:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Mengatasi volume sampah yang terus meningkat, Pemkot Palembang akan menerapkan bank sampah di setiap Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kecamatan atau kelurahan. Melalui program ini diyakini mampu menekan jumlah sampah hingga delapan ton per TPS atau sekitar 144 ton untuk seluruh Kota Palembang.

Kepala Dinas LHK kota Palembang Faizal AR ketika dijumpai usai rapat pembahasan sampah di ruang setda II, Rabu (12/6/2019) mengatakan, dari 1.400 ton sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Palembang perhari, 144 ton diantaranya bakal terurai.

"Kalau satu TPS di Kecamatan ada 2 kontainer yang bermuatan 3-4 ton/ kontainer, jadi satu Kecamatan dapat mengurai 8 ton sampah. Ditotalkan dengan 18 Kecamatan yang ada menjadi 144 ton sampah perhari," ungkap Faizal.

Ia menjelaskan, tentunya nanti bakal ada pelatihan kepada petugas di TPS maupun masyarakat sekitar mengenai pengelolaan sampah. Kemudian sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah yang dapat diolah atau didaur ulang, akan dipisahkan dan dimanfaatkan ulang. Dengan pemilahan ini, sampah yang sampai ke TPA akan berkurang.

"Sampah rumah tangga adalah sampah yang bakal dikelola dan diolah sama seperti yang di Kecamatan Kalidoni. Sementara sampah B3 (Bahan Berbayaha dan Beracun) wajib dikelola sendiri dengan konsep yang aman," lanjutnya.

Di samping itu, masih kata Faizal, disinggung soal armada truk sampah untuk Kecamatan Kertapati telah ditambah satu unit truk pengangkut sampah.

"Solusi masalah sampah di Kertapati sudah saya tambah satu unit truk sampah lagi. Jadi sekarang sudah ada 3 unit truk khusus untuk di Kertapati, bukan SU I ya. Camat Kertapati juga sedang berupaya bekerjasama dengan PT Bukit Asam untuk membuat tong sampah baru," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 151