Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti didampingi Dandim 0401/Muba Letkol Arm M Saifudin KZ saat memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2019, di Lapangan Polres Muba, Kamis (13/6/2019). (Foto: Ist)

13 Juni 2019 10:42:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Operasi Ketupat Musi 2019 yang dilaksanakan Polres Muba Sumsel berjalan sukses. Sejak dilaksanakan 27 Mei lalu, angka kecelakaan dan kriminalitas turun drastis terutama sepanjang arus mudik dan balik berlangsung.

"Ya, dari catatan kita angka kecelakaan turun 67% dari tahun lalu. Dimana tahun ini, hanya ada satu kecelakaan dengan satu orang korban jiwa, tahun lalu terjadi tiga kecelakaan," ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, saat dibincangi usai Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2019, di Lapangan Polres Muba, Kamis (13/6/2019).

Selain angka kecelakaan, pihaknya juga mencatat sepanjang Operasi Ketupat Musi 2019, dilakukan tilang terhadap 22 kendaraan dan teguran kepada 165 pengendara. Sementara pada tahun lalu, sepanjang Operasi Ketupat 2018 dilakukan tilang pada 1 kendaraan dan teguran kepada 61 pengendara.

"Kendaraan yang ditilang ini kebanyakan mobil angkutan barang. Karena masih membandel, sebab tidak boleh melintas, tapi masih nekat melintas. Kalau untuk situasi arus lalu lintas tahun ini aman dan lancar," jelas dia.

Lancarnya arus lalu lintas sepanjang Operasi Ketupat 2019, sambung Andes, disebabkan beberapa faktor, diantaranya adanya pengaruh dari beroperasinya jalan tol dan arus mudik yang cepat karena libur sekolah.

 "Sampai 16 Mei kita tetap lakukan pantauan, karena saat ini masih ada arus balik," ucap dia.

Mengenai situasi Kamtibmas, Andes menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan, karena pihaknya terus menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD), terutama di daerah-daerah yang masuk kategori rawan.

"Tentunya, KKYD tetap kita tekankan untuk menjaga Kamtibmas, lintas timur dan lintas tengah itu tetap menjadi atensi kita. Kalau kriminalitas sepanjang Operasi Ketupat 2019 itu tidak ada, kecuali yang kemarin (pembunuhan di Babat Supat)," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Karerek 203