Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapendam Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Dermawan saat rilis di Pomdam Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Dan Prada DP kepala botak mengenakan baju tahanan turut dihadirkan.

14 Juni 2019 11:19:32 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Prada Deri Pramana, oknum anggota TNI diduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Fera Oktaria ditangkap Denintel Kodam II Sriwijaya. Deri ditangkap saat berada di Padepokan di Serang, Banten.

"Benar, yang bersangkutan (Prada Deri) berhasil kita tangkap 13 Juni kemarin di Padepokan Serang, Banten. Padepokan Mohiyang di Banten," terang Kapendam Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Dermawan saat rilis di Pomdam Sriwijaya, Jumat (14/6/2019).

Prada Deri, kata Djohan ditangkap saat belajar agama di padepokan tersebut. Bahkan Deri diketahui masuk padepokan sehari setelah melakukan pembunuhan Fera di penginapan Sungai Lilin.

"Saat ditangkap nggak ada perlawanan dari dia dan langsung perintah Bapak Pangdam untuk dibawa ke Palembang. Sampai dini hari tadi Pukul 04.47 WIB di Mako Pomdam Sriwijaya," kata Djohan.

"Setalah bunuh dia ke Lampung naik bus. Kami tanya, katanya mau belajar agama di Padepokan. Lokasi itu dia tahu karena bertemu penumpang juga di bus, ada komunikasi dan dibilang tempat belajar agama yang bagus ada di Banten dan dia ke Banten," katanya.

Saat ini, Prada Deri ditahan Pomdam II Sriwijaya di Jalan Merdeka. Kodam juga turut menghadirkan Prada Deri saat rilis dengan menggunakan rompi tahanan berwarna kuning.

Sebelumnya, Jumat (10/5) lalu warga digemparkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa busana dengan kondisi dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin. 

Saat ditemukan korban di dalam kasur spring bed dan mulai membusuk. Polisi menyebut diduga Prada DP berencana memutilasi korban dan memasukkan ke dalam dua koper, namun rencana itu dibatalkan. Selanjutnya pelaku berencana membakar korban memakai timer obat nyamuk, namun gagal karena obat nyamuk bakar itu mati.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 450