Berita :: GLOBALPLANET.news

Danau Burung yang berada di Desa Tempirai Induk, tempirai timur dan tempirai utara Kecamatan Penukal Abab Kabupaten PALI. (Foto: Eko Jurianto)

16 Juni 2019 16:30:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Danau Burung merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) berupa hasil ikan air tawar yang melimpah setiap tahunnya. Danau yang memiliki air berwarna coklat pekat ini terletak di tiga desa, yakni di Desa Tempirai Induk, Desa Tempirai Utara dan Desa Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel.

Saat dilakukan lelang lebak lebung atau lelang sungai, pastinya Danau Burung memiliki harga yang fantastik, karena ditopang dengan hasil ikan yang melimpah dan menjanjikan. Danau ini terletak tidak jauh dari desa, hanya berjarak tidak sampai satu jam menggunakan jalan darat jika keadan sedang kemarau, dan melalui jalaur air lebih dari dua jam.

Namun, sejak tahun 2017 hasil Danau Burung hanya tinggal cerita belaka. Pasalnya danau yang harga lelangnya pernah hampir menyentuh harga Rp 200 juta ini, belum dapat menghasilkan ikan air tawar seperti tahun sebelumnya. Hal ini diakui oleh Sumari (36) warga desa Tempirai Induk, pemenang lelang sungai sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini.

Sumari menjelaskan bahwa saat panen ikan dari Danau Burung di tahun 2016 dengan harga lelang Rp 90 juta dirinya dirinya mendapat kurang lebih 70 ton ikan dengan pendapatan mencapai Rp1,4 miliar.

"Kita pegang lelang di Danau Burung ini sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini. Tahun 2016 itu hasil yang paling besar, dari penjualan ikan itu kurang lebih sekitar 70 Ton," tuturnya.

Setelah panen pada tahun 2016, lanjut Sumari, saat kondisi air danau mengering, diketahui bahwa Danau Burung telah mengalami pendangkalan, karena banyaknya lumpur diduga dari kanal salah satu perusahaan yang berada di sekitar Danau Burung.

"Tahun 2017 kita mengambil lelang dengan harga Rp175 juta, namun gagal panen, dan dilanjutkan dengan tahun 2018 tidak dilelang, namun saat itu hasilnya hanya 8 Ton, artinya memang tidak ada keuntungan. Tahun 2019 ini kita menang lelang lagi untuk Danau Burung dengan harga Rp6 juta, dan masih menunggu hasil panen juga," bebernya

Dirinya berharap, agar ada perhatian dari pemerintah dan perusahaan terkait agar dilakukan pengerukan lumpur di dasar Danau Burung, agar hasil ikan tidak terus turun setiap tahunnya.

"Kalau bisa 3 atau 5 tahun sekali dilakukan pengerukan lumpur, agar tidak terjadi pendangkalan dan membuat hasil ikan terus turun. Danau Burung ini luas keseluruhannya hanya sekitar 35 hektar, jika dimusim kering maka pengerukan akan lebih mudah," harapnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 284