Berita :: GLOBALPLANET.news

Komisioner KPU Kota Palembang saat klarifikasi tudingan menghilangkan hak suara, Minggu (16/6/2019) (Foto: Rachmad Kurniawan)

16 Juni 2019 18:10:52 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Adanya laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang tentang pelanggaran penyelenggaraan Pemilu dengan menghilangkan hak pilih warga oleh KPU Kota Palembang, hal itu dibantah oleh komisioner KPU Palembang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang Eftiyani SH mengatakan, bahwa mekanisme PSL yang dijalankan oleh KPU kota Palembang sudah sesuai alur rekomendasi. 

Rekomendasi Bawaslu yang mencapai 70 TPS di Kecamatan IT II yang diminta untuk menyelenggarakan PSL. Setelah melalui proses verifikasi KPU sehingga ditetapkan 13 TPS yang dilaksanakan PSL.

"Kami ini mendapat rekomendasi permintaan melaksanakan PSL (Pemungutan Suara Lanjutan) itu tanggal 21 april sebanyak 68 TPS di Kecamatan Ilir Timur II. Saat tanggal 22 bertambah menjadi 70. Kami sudah verifikasi, namun, beberapa TPS tidak mengirimkan permintaan PSL sehingga kami tidak bisa melaksanakannya," tutur Eftiyani.

Pihaknya siap buka-bukaan dengan apa yang terjadi pada pemilu kota Palembang, Pelaksanaan PSL oleh KPU maksimal dilaksanakan 10 hari setelah pemilu. "Kami yakin kami tidak melanggar undang-undang, PSL sudah kamu lakukan di 13 TPS yang direkomendasikan," tukasnya.

Ia mengaku telah mendapat rekomendasi Bawaslu untuk melakukan PSL, surat rekomendasi resebut bernomor 09 dan 10. PSL ditujukan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

"Dalam waktu tenggat pelaksanaan PSU/PSL tinggal 2 hari lagi kami kembali menerima surat dari Bawaslu bernomor -11 dan -12 yang masuk pada 25 April 2019, yang berisi bahwa PSL ditujukan kepada semua jenis surat suara dan itu ditolak oleh Panwascam IT II, jadi kita menjalankan apa yang direkomendasikan Panwascam IT II," ungkap dia.

Dengan ditetapkan sebagai tersangka, Efiyani menyayangkan KPU kota Palembang disebut menghilangkan hak pilih warga negara. Sebab, pihaknya masih tetap bekerja dan memastikan surat suara dicoblos oleh masyarakat meski TPS hanya dihadiri satu orang, seperti yang terjadi di kawasan Kecamatan IT I.

 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 208