Berita :: GLOBALPLANET.news

Gubernur Sumsel Herman Deru saat pembukaan Peda KTNA Provinsi Sumsel di Musi Banyuasin, Senin (24/6). (Foto: Ist)

24 Juni 2019 21:32:59 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Gubernur Sumsel H Herman Deru memastikan Provinsi Sumsel siap kembali menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII. Deru optimistis Sumsel bisa bersaing dengan dua daerah lain yang diunggulkan seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepercayaan diri HD cukup beralasan karena Sumsel pernah sukses menjadi penyelenggara Penas KTNA pada tahun 2007 silam di Kabupaten Banyuasin. "Dari pada mikir-mikir, Sumsel inikan pernah Sukses menjadi tuan rumah (Penas KTNA) pada 2007. Kembalikan saja penyelenggaraannya ke Sumsel. Kita sangat siap sekali," tegasnya usai membuka Pekan Daerah  Kontak Tani Nelayan Andalan  (PEDA KTNA) XIII Provinsi Sumsel yang digelar 24-28 Juni di Gelanggang Remaja Sekayu Muba, Senin (24/6).

Dengan kembalinya Sumsel sebagai tuan rumah diharapkan dapat ikut mengembalikan spirit petani di Sumsel. Sehingga target Sumsel mengembalikan kejayaan sebagai daerah lumbung pangan nasional lebih cepat terwujud.

"Tahun 2020 Penas KTNA XV digelar di Provinsi Sumsel. Setelah 12 tahun berlalu alangkah baiknya Penas XVII nanti kita yang jadi tuan rumah," jelasnya.

Sementara terkait penyelenggaraan Peda KTNA XIII Provinsi Sumsel, mantan Bupati OKU Timur mengakui pemilihan Muba sebagai tempat penyelenggaraan memang sangat tepat. Kedepan Kabupaten Muaraenim sebagai tempat penyelenggaraan selanjutnya bisa menjadikan Muba contoh karena berhasil menyelenggarakan dengan sangat baik dan meriah.

"Khusus Muba saya berikan apresiasi luar biasa. Mudah-mudahan ini menambah spirit petani petani di Sumsel sehingga  petani merasa diperhatikan . Harapan saya Peda KTNA ini menghasilkan rekomendasi. Jangan sampai acara yang seperti ini tidak membuahkan apa," jelasnya.

Kepada ribuan petani yang hadir dari 17 kabupaten/kota se Sumsel, Herman Deru tak lupa mengucapkan terima kasih. Termasuk Muba yang telah menyediakan hunian dan tempat untuk para petani ini bermusyawarah, berembuk diskusi dan gelar teknologi serta menemukan dan menyimpulkan rekomendasi penting untuk kemajuan petani di masa mendatang. 

"Dari Peda KTNA ini kita harus dapat membuat rumusan. Saya ingin petani yang ada di KTNA ini membuat rekomendasi apa saja hasil mereka selama satu pekan.  Laporkan ke Bupati, Gubernur bahkan Menteri atau Presiden. Manfatakan pekan daerah ini untuk berbagi ilmu. Karena tantangan petani ini selalu dinamis," tambahnya.

Kedepan lanjutnya produksi pangan harus menjadi perhatian semua pihak demi peningkatan produksi. Hal ini dapat dirangsang dengan pemberian penghargaan dari pemerintah. Untuk di Sumsel penghargaan petani diberikan dalam bentuk penyerapan beras yang tinggi.

"Kami Pemprov bekerjasma dengan Bulog menyerap beras petani. Kami anggarakan miliaran rupiah untuk membeli beras dari petani. Ini penting  menjaga kestabilan harga beras di tingkat petani sehingga spirit mereka terjaga," ujarnya.

Kepada Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Pertanian di Sumsel Herman Deru juga terus mengingatkan agar mempertajam inovasi dan kreativitas di bidang teknologi agar setara dengan negara lain. 

Sementara Menteri Pertanian yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan RI DR. Ir. Fajri Jufri mengungkapkan melalui Peda KTNA ini Pemerintah Provinsi Sumsel diharapkan menjadi termotivasi menelaah, serta mengevaluasi kekurangan untuk merumuskan langkah startegis selanjutnya. Sehingga sektor pertanian menjadi makin tangguh sebagai penggerak ekonomi bangsa dan menjadi lumbung pangan dunia.

"Berbagai capaian seperti ekspor pertanian sudah on the track. Ini perlu dijaga dengan baik. Kita upayakan ekspor pertanian tetap naik. Salah satunya dengan manfatakan lahan rawa seperti 100 ha di Sumsel dan Kalimantan. Ini penopang pangan Indonesia," jelasnya.

Sementara Ketua KTNA Pusat Winarnoo Tohir menjelaskan bahwa Peda KTNA ini akan berlanjut di sejumlah daerah lainnya di Indonesia  yakni ke Sampit Kalimantan. 

"Saya bersyukur Peda KTNA ini meriah dan terima kasih kepada semua panitia.  Peda KTNA ini adalah  persiapan Penas KTNA di Sumbar 2020 nanti. Sekaligus memantapkan penguatan potensi dan poisisi tawar komoditi lokal mewujudkan kemandarian pangan menuju Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," katanya.

Penas menurutnya telah dilaksanakan 15 kali  sejak pertama 1971. Pada Penas 2020 nanti akan diadakan rembuk utama soal dimana Penas berikutnya digelar.

"Apakah  Sulsel, Kalsel atau Sumsel. Kita akan minta surat kesediaan menjadi tuan rumah agar Petani dan nelayan Bisa saling berinteraksi, manfaatkan teknolgi, SDA, pertanian n kehutanan di daerah masing-masing. Ini penting untuk  meningkatkan  pengetahuan ketrampilan yang bertujuan  meningkatkan pendapatan  dan  kesejahteraan petani.  

Di tempat yang sama, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengungkapkan bahwa sangat berterima kasih kepada para pesreta yang hadir. Pada Peda KTNA kali ini diakuinya dihadiri tak kurang dari 5000 petani. " Selamat menikmati Kota Sekayu, enjoy. Semoga kami tidak malu-maluke jadi tuan rumah," ujarnya.

Pada kesempatan itu Ia menjelaskan bahwa Muba siap menjaga Muba dari kebakaran hutan. Termasuk mengedukasi dan memberikan bantuan alat agar warganya tidak membuka lahan dengan melakukan pembakaran.

Selain pembukaan, acara tersebut juga diisi dengan pemberian Lencana oleh Ketua KTNA Pusat kepada tiga Bupati yang dinilai sangat peduli  dan setia memotivasi para petani  berupa Lencana Ani Bakti Madya kepada Bupati Muba, serta Lencana Ani Bakti Pratama untuk Bupati PALI dan Muratara. Pembukaan Peda KTNA itu sendiri ditandai dengan pemukulan lesung bersama oleh seluruh pejabat yang hadir.

Reporter : globalplanet/rel Editor : Zul Mulkan 209