Berita :: GLOBALPLANET.news

Aksi penanaman ribuan bibit mangrove di Tanjung Api-api Banyuasin, Sumsel Selasa (9/7/2019). (Foto: A Taufiq Akbar)

09 Juli 2019 15:26:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Musi bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) menanam ribuan bibit mangrove di Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin Sumsel, Selasa (9/7/2019). Kegiatan ini merupakan upaya menyelamatkan lingkungan.

Selain di Sumsel, gerakan ini dilaksanakan secara bersamaan di 12 Provinsi di seluruh Indonesia.

Tanaman mangrove diketahui memiliki banyak sekali manfaat, yaitu sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, penyedia HHK dan HHBK, serta tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau.

Kepala BPDASHL Musi Siswo mengatakan, sebanyak 5 ribu bibit mangrove dan buah-buahan ditanam dan dibagikan kepada warga desa setempat.

"Saat ini ada 195 ribu hektar hutan mangrove di Sumsel. Sekarang sedang kita rehab dan dengan gerakan ini akan kita blow up. Harapannya mangrove ini bisa menahan abrasi dan gelombang air laut dan bibit produktif ini akan menghasilkan buah yang lebat untuk masyarakat," ujar Siswo.

Bibit Mangrove oleh Ketua TPPKK Provinsi Sumsel.

Selain menanam bibit mangrove, adapun bibit yang dibagikan diantaranya adalah Mangga, Rambutan, Jambu, Sawo dan lain lain.

Siswo mengatakan Sumsel merupakan salah satu dari 15 DAS prioritas Indonesia sehingga penanganannya harus ekstra. Setiap tahun, pihaknya menyiapkan 100 ribu batang bibit buah buahan dan jutaan bibit kayu di Sumsel.

"Bibit yang kita siapkan gratis silahkan masyarakat ambil, memang kami sediakan kok. Jangan sampai ada anggapan kalau bibit dari BPDASHL Musi itu bayar. Kita ingatkan masyarakat bibit jangan dijual lagi, ini hanya untuk ditanam," tandasnya.

Di tempat yang sama Ketua PKK Sumsel Febrita Lustia menambahkan, kegiatan penanaman bibit pohon ini bisa menjadi pemicu adanya kegiatan penanaman pohon di daerah lain.

"Mungkin nanti kita akan bekerja sama dengan BPDAS yakni program perempuan menaman pohon di daerah area pinggir sungai, dan pinggir jalan. Di bulan Desember bertepatan dengan Hari Ibu kita akan fokuskan ke tanaman mangrove," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 119