Berita :: GLOBALPLANET.news

Apel siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (11/7/2019). (Foto: Ist)

11 Juli 2019 16:42:00 WIB

RIAU, GLOBALPLANET - Puncak musim kemarau tahun 2019 di Indonesia diperkirakan terjadi pada bulan Agustus sampai September 2019. Untuk mengantisipasi dampak negatif musim kemarau tersebut, Asia Pulp & Paper (APP) mulai mengintensifkan persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah konsesi pemasoknya, termasuk dari Provinsi.

Hal ini terlihat dalam acara apel siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (11/7/2019). Acara apel siaga itu berlangsung di halaman kantor Gubernur Riau.

Dari informasi yang dihimpun, disebutkan APP  bersama seluruh mitra pemasoknya siap mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau.

Partisipasi APP dalam apel siaga ini menegaskan komitmen perusahaan dan seluruh mitra pemasoknya untuk mendukung pemerintah provinsi maupun pusat dalam pencegahan karhutla tahun ini.

GM Fire Management APP, Sujica Lusaka mengatakan, untuk menghadapi musim kemarau 2019, perusahaan kembali mengandalkan sistem penanggulangan kebakaran hutan secara terintegrasi (Integrated Fire Management-IFM) yang meliputi empat strategi utama yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respon cepat.

“Dalam tiga pilar terakhir, kami mengoptimalkan berbagai fasilitas, di antaranya helikopter waterbombing, peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, dan penerapan Sistem Komando Bencana (Incident Command System). APP juga telah membangun kemampuan deteksi dini, yang mampu mengidentifikasi kebakaran lebih dini,” terang Sujica.

Sementara itu aspek pencegahan di antaranya dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan. Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), berupaya mempersempit potensi kebakaran dengan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mereka tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

Program (DMPA) juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi, sehingga mereka bisa sejahtera secara sosial-ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Hingga akhir 2018 lalu, program DMPA telah memberikan pendampingan terhadap 141 desa di Provinsi Riau dengan target tambahan 46 desa hingga akhir tahun 2019.

Upaya pencegahan karhutla yang dilakukan  telah terlihat, hal ini terlihat dari keberhasilan perusahaan menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire hingga akhir 2018 lalu. Saat ini, hanya 0,07 persen dari seluruh area konsesi pemasok APP dan mitra yang terdampak api akibat pembakaran ilegal oleh pihat ketiga. 

Pada acara Apel Siaga Karhutla Riau kali ini, APP menampilkan beberapa pasukan pemadam, teknologi, maupun fasilitas, antara lain, Personel Tim Reaksi Cepat, Situation Room (monitoring deteksi dini kebakaran), Mobil patroli, Sepeda motor patroli, Mesin pompa dan Nozzle pemadam multifungsi Sambunesia.

"Dengan teknologi maupun beberapa fasilitas yang ada, kami harap personel pemadam kami dapat bekerja optimal dalam mencegah dan menanggulangi karhutla baik melalui darat, air, dan udara demi mewujudkan Riau bebas asap," tutur Sujica. 

Reporter : Hendrik Hutabarat Editor : M.Rohali 164