Berita :: GLOBALPLANET.news

Sebagian daftar proyek yang ditender ulang di laman LPSE OKI.

11 Juli 2019 18:42:49 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Sejumlah kontraktor mengeluhkan banyaknya proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang tender ulang. Kontraktor menduga, ada permainan dalam proses tender barang dan jasa yang dilakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten OKI melalui Layanan Pengadaan Secara Online (LPSE).

Pasalnya, selain banyak proyek yang sudah dilelang secara terbuka dan telah ada pemenang tender atas paket pekerjaan tersebut, proses tender ini juga terkesan hanya formalitas sebab paket-paket proyek tersebut kuat dugaan telah ada pemiliknya. Dan untuk meyakinkan agar proyek ini tidak jatuh ke tangan kontraktor lain, pemilik paket proyek tersebut diminta menyetorkan uang dengan besaran 1-3 persen dari nilai pekerjaan proyek.

Salah satu kontraktor yang mengeluhkan adanya proses tender ulang ini mengatakan, proses lelang terbuka yang diterapkan ULP Pemkab OKI ini dinilai hanya kamuflase, sebab kenyataannya walaupun sudah ditender dan ada pemenangnya, tapi harus dilakukan lelang ulang. 

"Lelang ulang ini karena pemenang tender bukan pemilik proyek yang sebelumnya melakukan loby-loby ke dinas terkait, sehingga dengan berbagai alasan proses tender ini harus diulang," ungkap ST, salah satu kontraktor di Bumi Bende Seguguk.

Menurut ST, paket proyek yang saat ini ditender ulang jumlahnya cukup banyak dan terdapat di berbagai dinas instansi di jajaran Pemkab OKI. "Secara logika, proses tender yang telah dilakukan tidak semuanya tidak memenuhi kriteria. Namun pada tahun anggaran 2019 ini paket proyek yang ditender ulang ini jumlahnya 30-an paket lebih," terang ST.

Menanggapi banyaknya paket pengerjaan proyek pembangunan yang dilakukan tender ulang, Kepala ULP Pemkab OKI, Noveriansyah mengaku dalam peraturan pengadaan barang jasa pemerintah, diperkenankan dilakukan tender ulang bila proses tersebut belum mendapatkan pemenang tendernya dan waktunya masih memungkinkan.

"Jadi proses tender ulang itu telah diatur dan diperbolehkan. Sehingga paket pekerjaan yang belum dapat pemenangnya harus ditender ulang. Tapi tidak semua harus dilelang ulang, hanya beberapa saja," ujar Noveriansyah.

Ketika ditanya lelang ulang dilakukan lantaran paket pekerjaan ini tidak dimenangkan si empunya proyek, Noveriansyah menyatakan yang benar adalah penawar tender tidak memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen tender. "Sehingga mereka gugur dan karena waktunya masih memungkinkan, maka tendernya diulang," tandasnya.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 734