Berita :: GLOBALPLANET.news

Para narasumber dalam Workshop Urun Daya Pengendalian Kerusakan Perairan Darat di Provinsi Sumatera Selatan Kamis (11/7/2019) di Hotel Harper Palembang. (Foto: Ist)

12 Juli 2019 06:35:22 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Para pelaku usaha, instansi, lembaga, forum harus memotivasi dirinya sendiri dan orang disekitarnya untuk melakukan perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai dengan kapasitas dan kedudukannya masing-masing.

“Agar DAS terhindarkan dari kerusakan akibat Tragedy of the commons maka perlu dilakukan gerakan perbaikan lingkungan secara bersama,” kata Ir. Sakti Hadengganan, M.For.Sc dari Direktorat PKDP Kementerian LHK dalam Workshop Urun Daya Pengendalian Kerusakan Perairan Darat di Provinsi Sumatera Selatan Kamis (11/7/2019) di Hotel Harper Palembang.

Pakar dari Universitas Sriwijaya Ir. M. Yazid, M.Sc., Ph.D yang menjadi salah satu narasuber di acara tersebut mengatakan, Tragedy of the commons ini ternyata juga berlaku dalam kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Tragedy of the commons merupakan istilah untuk menggambarkan situasi dalam sistem sumber daya bersama (barang publik) di mana pengguna individu bertindak secara independen sesuai dengan kepentingan diri mereka sendiri, bertingkah bertentangan dengan kebaikan umum semua pengguna dengan menghabiskan atau merusak sumber daya itu melalui tindakan kolektif mereka,” jelasnya.

Lanjutnya, memang perlu menjaring dan mengkristalisasi gagasan dari para pihak agar dapat meningkatkan semangat untuk melakukan urun daya dalam pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) guna mengendalikan kerusakan perairan darat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi perairan darat di seluruh kabupaten di provinsi Sumatera Selatan, NGO, Akademisi, dan perwakilan dunia usaha.

Output dari kegiatan ini berupa Rencana inventarisasi potensi-potensi kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan model Public Private Partnership dan/atau Imbal Jasa Lingkungan di wilayah provinsi Sumatera Selatan.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 119