Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi

20 Juli 2019 10:14:03 WIB

JAKARTA , GLOBALPLANET - Topik utama yang dibahas dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Latvia Edgars Rinkevics adalah isu minyak sawit.

"Latvia adalah salah satu negara anggota Uni Eropa yang selalu bicara soal isu minyak sawit apabila bertemu dengan Indonesia," ujar Menlu Retno Marsudi di Ruang Pancasila, Jakarta, dikutip dari liputan6, Jumat (19/7/2019) pagi.

Ada harapan yang disampaikan oleh Latviakepada Indonesia saat berbicara soal isu tersebut. Meski begitu Menlu Retno Marsudi menekankan bahwa kekhawatiran itu bisa dibicarakan.

"Jika Uni Eropa memiliki kekhawatiran terhadap minyak sawit Indonesia berdasarkan data mereka, kami pun juga memiliki data. Lalu, mengapa kita tidak membandingkan data kita secara bersama," jelas Retno Marsudi.

"Indonesia sangat terbuka untuk berbicara. Tetapi sekali lagi, saat treatmentnya diskriminatif pasti kita akan melawan," ujar Menlu.

Selain itu, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa Latvia merupakan mitra perdagangan terbesar Indonesia untuk negara-negara di kawasan Baltik.

Bahkan, setengah dari ekspor yang dilakukan Indonesia ke Lativa merupakan minyak sawit.

Menurut Direktur Eropa II Kemlu RI Hendra Halim, angka perdagangan Indonesia dan latvia meningkat stabil sejak tiga tahun terakhir.

"Jika bicara soal ekspor, maka ekspor kita ke Latvia sekitar US$ 49,5 juta. US$ 24-25 jutanya adalah minyak sawit pada tahun 2016," ujar Hendra.

"Yang signifikan terjadi pada 2018. Jumlah ekspor kita adalah US$ 133,7 juta dan US$ 66 jutanya adalah kelapa sawit," tambah Hendra.

"Memang kebijakan Uni Eropa adalah kebijakan sentral, tapi bagaimanapun, Latvia telah menyatakan akan mempertimbangkan untuk menyampaikan protes Indonesia kepada Uni Eropa. Jadi menurut Indonesia, prospeknya positif," jelas Hendra."

Menlu Latvia menuturkan, kedua menlu membahas hubungan Uni Eropa-Indonesia dan sepakat perlu mendorong dialog politik dan ekonomi.

"Kami siap mendengarkan kekhawatiran yang dimiliki Indonesia. Uni Eropa juga akan melakukan kerja sama lebih lanjut dengan ASEAN terkait ekspor minyak sawit," kata dia.

Menlu Retno menambahkan, isu minyak sawit juga terus diangkat oleh ASEAN, terutama Indonesia dan Malaysia. Oleh sebab itu, ASEAN dan Uni Eropa sepakat untuk membentuk kelompok kerja bersama untuk membahas isu tersebut.

Reporter : Globalplanet Editor : M.Rohali 94