Berita :: GLOBALPLANET.news

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa menemui pengunjukrasa yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) Sumsel di halaman Pemkot Palembang, Senin (22/7/2019)/(FOTO:RAHMAD KURNIAWAN)

22 Juli 2019 12:43:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Puluhan massa yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) Sumatera Selatan menggelar aksi unjukrasa di Halaman Depan Kantor Wali Kota Palembang, Senin (22/07/2019).

Massa menuntut agar Wali Kota Palembang bersama pihak terkait untuk bertanggungjawab atas kelalaian dalam pembayaran rekening listrik rumah pribadi Wali Kota Palembang serta mantan wali kota serta oknum aparatur Pemerintah Kota Palembang. 

Koordinator Aksi, Harnoe Pangestoe berharap jika pemerintah kota dapat segera menyelidiki kasus ini sehingga Kota Palembang bersih dari pejabat-pejabat yang melanggar peraturan.

"Kami harap pemerintah secepat mungkin menyelidiki temuan ini sehingga melakukan proses hukum yang berlaku kepada para pejabat yang melanggar aturan. Jika belum ada perubahan maka kami akan kembali melakukan aksi ini satu Minggu ke depan," ujarnya.

Selain itu, dalam aksinya mereka meminta Wali Kota Palembang segera memecat kepala dinas yang semena-mena memakan uang rakyat, mengambil tindakan tegas terhadap PNS yang melanggar hukum dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Ini aksi kita kedua. Intinya, mengenai pembayaran rekening listrik rumah pribadi Walikota Palembang serta Mantan Walikota Palembang yang terindikasi tidak dibayar menggunakan uang pribadi tetapi oleh kas negara pada tahun 2016-2017," katanya.

Menanggapi aksi ini, Sekda Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, akan mempelajari terlebih dahulu tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh para pengunujuk rasa. 

"Kita pelajari dulu, jika memang benar terbukti maka akan kita tindak sesuaikan dengan arahan dan peraturan berlaku," katanya.

Selain itu, mengenai tuntutan agar Wali Kota Palembang segera memecat kepala dinas yang memakan uang rakyat, lanjut Dewa, juga akan pihaknya lihat dan pelajari terlebih dahulu dikarenakan hal ini masih sebuah indikasi.

"Ini  masih indikasi, untuk itu kita pelajari dulu, kalaupun nanti dibutuhkan tim Inspektorat Kota, maka akan segera kita turunkan," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 1274