Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana lokasi starte Jelajah Alam Cengan. (Foto: Ist)

27 Juli 2019 06:58:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Setidaknya ratusan Crosser dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) direncanakan unjuk kemampuan di Desa Cengal, Kecamatan Cengal, Sabtu (27/7/2019) dalam event Jelajah Alam Cengal. Sayangnya kegiatan yang melibatkan 340 orang peserta itu tanpa izin resmi dan tanpa koordinasi dengan organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten OKI.

Sedikitnya 500 kupon disiapkan untuk meraih beragam door prize, dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor matic, Honda Beat. Biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu tidak menyurutkan animo warga. Tidak ketinggalan Ketua DPC PDI-P Abdiyanto Fikri dipastikan turun dalam olahraga ekstrem ini.

Abdiyanto menilai kegiatan ini berdampak positif bagi penggemar motor trail. Selain itu, ia menilai ajang ini dapat menjalin silaturahmi semakin hangat.

"Event ini cukup bagus dan tentu berdampak positif. Mungkin lebih seru lagi bila event ini dilanjutkan di tingkat kabupaten," terangnya Jumat, (26/7/2019) petang.

Dirinya mengaku sengaja datang untuk mengikuti event yang membutuhkan ketangguhan stamina pengendara dalam menunggang motor trail ini.

"Memang awalnya niat mengikuti event semacam ini. Sekarang saya sudah di Cengal," ujarnya.

Ketua Ikatan Motor Indonesia Kabupaten OKI, H Husni mengatakan, masalah perizinan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi panitia penyelenggara.

Menurutnya, dengan melayangkan surat ijin, pihak kepolisian dapat menentukan teknis pengamanan yang tepat.

"Terlebih lagi, event ini melibatkan ratusan peserta, sudah sewajarnya mengantongi izin penyelenggaraan," terangnya.

Baginya yang memiliki pengalaman dalam beberapa penyelenggaraan event otomotif di Bumi Bende Seguguk ini, panitia motocross dinilainya terbilang nekat mengadakan event dengan ratusan peserta tanpa izin resmi.

Disambungnya, surat izin bukan saja sebagai urusan administratif semata, melainkan juga sebagai legalitas penyelenggaraan kegiatan.

"Surat izin ini juga sekaligus bentuk dukungan pemerintah maupun pihak keamanan, yang sewaktu-waktu diperlukan saat terjadi hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Diakhir pembicaraan, Husni menyindir sikap tertutup panitia yang seakan enggan menginformasikan event ini dengan pihaknya.

"Sebagai perpanjangan tangan induk komunitas otomotif di daerah, kegiatan ini seharusnya dikabarkan dari awal dengan kami. Bukan lantaran kami ingin ikut diajak, diberitahu saja sudah merasa terhormat," jelasnya.

Kades Cengal yang juga Ketua Panitia, Bahar mengungkapkan, ajang ini sebagai silaturahmi antar anggota komunitas trail.

Meski diperkirakan paling sedikit seribu orang yang terdiri dari penonton dan peserta yang diikuti tim mekanik masing-masing, memadati pusat kegiatan di Lapangan Sepakbola, Bahar justru menyebut perhelatan ini sebagai event kecil.

"Idak ah dasar bae menyambung silaturahmi antar crosser. Kegiatan ini semacam event tapi kecil-kecilan," terangnya singkat.

Terpisah, Kapolsek Cengal Eko Suseno mengatakan meskipun belum mengantongi izin tertulis, namun secara lisan, ia mengatakan, panitia sudah menyampaikan ke pihaknya.

"Terlepas sudah izin atau tidak, apalagi kegiatan dengan melibatkan jumlah massa banyak, aparat keamanan disiagakan pada sejumlah titik tertentu," terangnya melalui sambungan ponsel.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 510