Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Setkab)

05 Agustus 2019 14:01:41 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - PT PLN (Persero) mengakui perbaikan terhadap gangguan yang mengakibatkan pemadaman listrik di sebagian besar pulau Jawa lambat. Karena itu, Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani menyatakan permintaan maaf kepada presiden yang langsung datang ke BUMN listrik itu, Senin (5/8/2019).

Sripeni Inten Cahyani mengemukakan, penyebab mati listrik massal yang terjadi mulai pukul 11.48 WIB adalah akibat gangguan pada sistem transmisi saluran udara tegangan ekstra-tinggi (SUTET) 500 kilovolt (KV) Ungaran-Pemalang, Jawa Tengah. Sejak kemarin telah dilakukan langkah-langkah perbaikan untuk memulihkan pasokan listrik di Jabodetabek dan sebagian daerah di Jawa Barat.

“Kami mohon maaf Pak, prosesnya lambat,” kata Sripeni saat menjawab pertanyaan Presiden Jokowi yang secara mendadak mengunjungi kantor PLN Pusat, di Jakarta, Senin (5/8/2019) pagi.

Seharusnya, menurut Sripeni, proses perbaikan gangguan itu hanya memerlukan waktu 4 jam untuk kemudian di start kembali. Namun hal itu tidak bisa dicapai karena semua pembangkit yang berfungsi sebagai pemasok dalam kondisi cold start.

“Jadi mesin sudah dingin, sehingga saat ini yang bisa kami prediksikan karena kami bisa memulihkan dalam waktu 4 jam dengan beroperasinya PLTU Suralaya yaitu 2800 Mega yang cukup untuk memasok sistem Jawa Barat dan Banten, kemudian menjadi mundur karena baru tadi pagi pukul 3 artinya lebih dari 8 jam karena sudah dingin,” ungkap Sripeni.

Sebelumnya Sripeni mengemukakan, bahwa sistem kelistrikan di Jawa-Bali ini terdapat dua sistem yaitu sistem utara dan sistem selatan, dimana sistem transmisi ini ada masing-masing adalah 2 sirkuit, 2 sirkuit di utara dan 2 sirkuit di selatan, jadi ada totalnya adalah 4 sirkuit atau 4 jaringan yang menjadi backbone yaitu jaringan 500 KV.

“Artinya pemeliharaan yang dibolehkan adalah 1 line yaitu di selatan. Ini yang kami tidak antisipasi adalah terjadinya gangguan 2 sirkuit sekaligus. Memang ini yang secara teknologi nanti kami akan investigasi,” ungkap Sripeni disadur dari laman Setkab.

Untuk itu atas nama direksi, Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani memohon maaf atas kelambatan proses perbaikan pemadaman listrik di seluruh wilayah Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap PLN yang lambat menangani pemadaman massal ini. Bahkan Presiden langsung menyentil PLN yang dinilai tidak memiliki antisipasi terhadap gangguan seperti ini. "Bapak ibu (PLN) kan pinter- pinter, sudah bertahun - tahun dengan listrik. Tidak ada kalkulasi terhadap ini, harusnya kejadian 17 tahun lalu jadi pelajaran," sesal kepala negara.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 107