Berita :: GLOBALPLANET.news

Warga menggelar aksi di Kejari Banyuasin, Kamis (8/8/2019). (Foto: Ist)

08 Agustus 2019 19:43:45 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Sejumlah warga yang mengatasnamakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) menyampaikan aspirasinya di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/8/19). Mereka melaporkan dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN 6 di Kecamatan Muara Telang.

Koordinator Aksi Ilin Sumantri, menjelaskan dalam upaya mendukung program Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera, dia meminta Kejari Banyuasin mengusut tuntas dugaan Korupsi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

“Dari hasil temuan kami, bahwa dalam pembangunan gedung perpustakaan SDN 6 Kecamatan Muara Telang tahun anggaran 2017 diduga ada konspirasi antara pihak dinas dan pihak Pemborong. Terbukti hasil audit Inspektorat ditemukan Pembayaran sebanyak 95 persen ke pihak kontraktor, pada dasarnya kegiatan pembangunan tersebut belum selesai,” kata dia. 

Tidak hanya persoalan itu, bahkan ditemukan di dalam dua tahun berturut – turut, pihak Dinas Pendidikan menganggarkan kembali Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN 6 Kecamatan Muara Telang. 

“Kami menilai ada indikasi korupsi yang masif dilakukan pihak Dinas, sehingga ada kerugian negara. Maka Penyidik Kejari Banyuasin segera menindaklanjuti laporan kami,” tegasnya.

Koordinator lapangan Idrus mengatakan,  Kejari harus memanggil panitia pengadaan kegiatan pembangunan gedung tersebut.

“Kami persilakan kepada Kejari memanggil pihak terkait, Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Kepala Sekolah, karena adanya usulan yang disampaikan pihak sekolah, hingga terealisasi pembangunan gedung tersebut,” tegas dia. 

Kajari Banyuasin, Muhammad Jefri berjanji akan mengakomodir laporan tersebut. "Hal ini bentuk demokrasi untuk menyampaikan aspirasi, nanti akan kita tindaklanjuti, ”  singkat dia. 

Reporter : Adi Irawan Editor : M.Rohali 256