Berita :: GLOBALPLANET.news

Aksi damai di depan Kantor Bupati Banyuasin, Kamis (8/8/2019). (Foto: Adi Irawan)

09 Agustus 2019 04:38:18 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Bupati dan DPRD Banyuasin diminta mengusut dugaan main proyek yang dilakukan oknum Honorer di DPRD Banyuasin dan dugaan penyelewengan anggaran perjalanan ke Malang di PMD.

Dua tuntutan itu disampaikan dalam aksi damai yang digelar Federasi Masyarakat Banyuasin (FMB) Kantor Bupati dan DPRD Banyuasin, Kamis (8/8/2019).

"Mereka menggunakan uang negara dengan alasan Perjalanan Dinas PMD ke Kota Malang sebanyak 48 kepala desa, padahal kegiatan itu tidak ada manfaatnya, kecuali jalan-jalan saja, " jelas Indosapri, Koordinator Lapangan.

Kemudian mereka meminta kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) memecat oknum honorer, karena diduga terindikasi main proyek di gedung DPRD itu sendiri.

“Beberapa kegiatan di kantor DPRD Banyuasin, seperti pengecatan gedung fraksi dikerjakan oleh oknum honorer tersebut. Maka kami meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan dan oknum honorer tersebut,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, melalui Asisten 1, Senen Har menyampaikan, dia sangat mengapresiasi adanya aksi menyampaikan pendapat, karena hal ini sebagai bentuk kontrol masyarakat.

“Tentu akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan mengenai 48 Kepala Desa yang melakukan perjalanan dinas ke Malang. kami juga akan sampaikan ke Instansi terkait seperti Inspektorat dan laporan ini kami terima untuk dipelajari,” pungkas dia.

Reporter : Adi Irawan Editor : Zul Mulkan 205