Berita :: GLOBALPLANET.news

Direksi UNP usai menggelar audensi dengan Wakil Bupati Lahat, H Haryanto. Jumat (9/8/2019). (Foto: Ferry)

09 Agustus 2019 16:35:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Soal Akademi Komunitas Negeri (AKN) Lahat akan dibubarkan, dibernarkan Pimpinan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Koordinator Program Di luar Domisili UNP Bambang Heriadi. Meskipun tidak ada lagi AKN, Pemerintah Pusat mengalihkan menjadi Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) yang apabila berkembang akan menjadi perguruan tinggi negeri.

" AKN tidak jadi (dibubarkan) itu karena kebijakan pusat, ," ungkapnya, Jumat (9/8/2019) usai melakukan audensi bersama wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM.

Menurut Bambang, kebijakan pemerintah pusat tersebut bukan berimbas di Kabupaten Lahat saja, namun ada sebanyak 58 AKN di seluruh Indonesia. Namun pemerintah pusat, mengalihkannya yang sebelumnya AKN menjadi PSDKU yang kelak bisa menjadi sebuah perguruan tinggi negeri apabila berkembang dengan animo masyarakat yang tinggi serta didukung Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ).

 "Pemerintah pusat bukan memberhentikan tapi mengalihkan menjadi PSDKU yang merupakan programnya," ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Bambang, PSDKU  untuk menjadi sebuah perguruan tinggi harus melawati proses dan tahapan. Seperti, berkembang, terus meningkatnya peminat setiap tahunya disertai animo masyarakat yang tinggi.

" Misal kita buka program studi, animo masyarakat tinggi banyak yang minat atau meningkat setiap tahunya bisa  nanti jadi perguruan tinggi tapi sebaliknya," urainya seraya mejelaskan tidak bisa ditargetkan menjadi sebuah perguruan tinggi semua tergantung dari perkembangan dan suasana didaerah terkait.

Ketika ditanya mengenai, program studi apa saja yang akan direalisasikan serta sarana prasarana maupun SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang akan diberdayakan, Bambang mengatakan Program studi tergantung mana yang layak dan ada yang minati pihaknya terlebih dahulu akan melakukan studi bersama.

" Kita akan berdayakan potensi dilahat
Sarana maupun pengajar.
Seperti STIE Serelo bisa dikolaborasikan melakukan studi apabila prodi ekonomi kita buka," sampainya untuk dibukanya tergantung dari izin pemerintah pusat yang terlebih dahulu akan dibuat proposal secara online paling lambat April 2020.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM MBA mengungkapkan, Pemkab Lahat terlebih dahulu akan mengkaji lagi secara matang, supaya saat PSDKU dibuka tidak menemukan hambatan. Baik itu sarana prasarana, maupun progran studinya. Bila perlu dikolaborasikan dengan STIE Serelo dan STIT YPI Lahat.

 "Pemkab Lahat menyambut baik. Sebelumnya akan kita kaji sehingga tidak terjadi hambatan. Supaya nantinya Lahat ada Universitas," tutupnya. 

 

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 260