Berita :: GLOBALPLANET.news

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74 warga Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II, OKU Timur menggelar kegiatan festival desa.(Foto Istimewa)

13 Agustus 2019 13:02:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74, warga Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II, OKU Timur menggelar kegiatan festival desa. Kreatifitas masyarakat desa ini mendapat sambutan positif dari seluruh elemen masyarakat termasuk salah satu pengusaha muda asal Bumi Sebiduk Sehaluan H Faisal Habibur SH (FH).

“Saya mendukung sekali kreatifitas dan inisiatif masyarakat yang menampilkan kerajinan hasil karya masyarakat. Karena selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perayaan HUT dengan adanya kegiatan seni budaya serta pameran bonsai ini dapat memepereratkan silaturahmi, sehingga tercipta komunikasi yang harmonis antar warga,” terang Ketua Pengusaha Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) OKU Timur H Faisal Habibur SH, saat menghadiri Festival desa di Pura Dalem Desa Darma Buana, Kecamatan Belitang II pada Selasa (13/09/2019).

Keberagaman yang ada di kabupaten yang lebih dikenal sebagai daerah lumbung pangan ini merupakan berkah yang harus dijaga dan dipelihara. "Karena itu yang membuat hidup menjadi lebih berwarna, OKU Timur milik kita bersama," katanya.

Faisal juga menambahkan, terlebih kreatifitas yang ditunjukkan masyarakat, utamanya kegiatan Festival Desa Darma Buana, telah menguatkan identitas OKU Timur sebagai kabupaten yang dipenuhi oleh potensi-potensi seni dan kreatif.

Sebagai bentuk dukungannya, Faisal Habibur memberikan bantuan kepada panitia kegiatan, serta memberikan bantuan berupa dua unit Handy Talkie(HT) agar dapat membantu kelancaran dalam bekerja.

Panitia Kegiatan dan sekaligus Ketua PPBI Cabang OKU Timur Made Sukadana menjelaskan, kegiatan pameran ini untuk menggairahkan agar masyarakat terus meningkatkan kreatifitas dan potensi diri. Terimakasih kepada Faisal Habibur atas kunjungannya dalam kegiatan ini. Sebab, selama ini diakuinya memang memerlukan dukungan dari tokoh masyarakat secara luas di OKU Timur.

"Dalam pameran bonsai ini biasanya akan diikuti terjadinya transaksi sehingga ada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dengan mengundang penghobi dari kabupaten dan provinsi tetangga, kisaran harganya paling murah dari Rp 1 juta maupun yang mahal Rp 15 juta. Tergantung dari kesepakatan dua belah pihak," atambahnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 46