Berita :: GLOBALPLANET.news

Ratusan Ojol saat menggelar aksi demo. (Foto: Hendrik)

13 Agustus 2019 14:52:00 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Ribuan driver Gojek melakukan aksi unjukrasa di kantor manajemen PT Gojek Indonesia Cabang Medan di Kompleks CBD Polonia Nomor 50 BB, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Selasa (13/8/2019). Dalam aksi itu, ribuan driver Gojek mengajukan lima tuntutan kepada pihak manajemen.

"Pertama, kami meminta adanya perbaikan sistem jagger atau sistem prioritas. Kami minta agar tidak hanya driver tertentu yang mendapatkan orderan, melainkan semua driver Gojek. Jangan mengadudomba sesama driver Gojek," kata Agam Zubir, salah satu koordinator aksi driver Gojek saat berorasi.

Kedua, pihaknya meminta perbaikan skema poin agar para driver Gojek bisa memperoleh pencapaian bonus. Lalu, dibukakan kembali kasus notifikasi fake salah sasaran tahap kedua. Kemudian, menuntut dibukakannya kembali suspend kepada mitra driver Gojek yang tidak mendapatkan verifikasi atas vonis kesalahan yang telah dituduhkan agar tidak menjadi fitnah. Menurut Agam, hal ini penting demi rasa keadilan dan rasa aman dalam bekerja.

"Dan terakhir, kami meminta manajemen untuk menghentikan penerimaan driver baru secara permanen, baik penerimaan secara 

online maupun walk in atau datang langsung, sampai bertambahnya orderan kepada mitra driver secara signifikan," ujar Agam.

Aksi demo itu dilakukan oleh para driver persis di depan kantor manajemen yang dijaga ketat oleh puluhan aparat kepolisian. Para driver menuntut agar Aditya Pranata mundur dari jabatannya sebagai District Ops Manager Gojek Cabang Medan. Sebab, kata para driver, sudah setengah tahun terakhir pendapatan para driver mengalami penurunan tanpa ada perbaikan sistem.

Setelah melakukan aksi demonstrasi selama sejam, akhirnya Aditya Pranata bersedia menemui para driver. Dengan dikawal ketat oleh aparat kepolisian, Aditya berbicara singkat di hadapan para driver. "Saya anggap apa yang kita lakukan di sini adalah pertemuan dan silaturahmi. Manajemen akan melakukan perbaikan sistem dalam waktu tiga hari," kata Aditya secara singkat. 

Tak lama kemudian, Aditya masuk kembali ke dalam kantornya, juga dengan pengawalan ketat polisi. Para driver Gojek merasa tidak puas dengan jawaban Aditya. Mereka meminta pernyataan tettulis dan bermaterai Rp 6.000 atas kebenaran pernyataan Aditya Pranata. Namun Aditya tidak menggubrisnya. Para driver terus melakukan aksi unjukrasa, dan tak lama kemudian mereka membubarkan diri.

Reporter : Hendrik Hutabarat Editor : M.Rohali 228