Berita :: GLOBALPLANET.news

Saksi fakta dari tim Inafis Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Muba Aipda Chandra Kartika memberikan kesaksian, Selasa (13/8/2019)/(FOTO: AT ALAM)

13 Agustus 2019 18:46:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Sidang kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Prada Deri Permana (DP) terhadap kekasihnya, Fera Oktaria (21) kembali berlanjut di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Selasa (13/8/2019).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH didampingi Hakim Anggota Letkol Sus Much Arif Zaki Ibrahim SH dan Mayor Chk Syawaluddin SH tersebut mengagendakan keterangnan saksi  dari pihak kepolisian. 

Di hadapan Oditur Militer, Mayor D Butar Butar, saksi fakta dari tim Inafis Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Muba Aipda Chandra Kartika menyebut jika pihaknya berhasil menemukan nama terdakwa Prada DP dari hasil sidik jari. 

"Seperti biasa, prosedurnya mencari sidik jari yang tertinggal di kamar 06 Penginapan Sahabat Mulia, Banyuasin," katanya. 

Menurutnya, ada sebuah sidik jari di atas pintu kamar penginapan. "Itu sidik jempol. Kita sebelumnya tidak tahu sidik jari siapa," ujarnya. 

Tim Inafis Polres Banyuasin yang membawa alat Inafis Portable System (IPS), langsung berupaya mencari data digital dan mencoba mencocokan sidik jari tersebut dengan data perekaman E-KTP. "Sinyalnya sulit dan turun naik. Makanya tidak kita lanjutkan di sana (TKP). Kita periksa lagi di Polres Banyuasin," tegas dia.

Proses pencocokan pun tidak mudah. Selain harus melakukan beberapa pengujian, tim akhirnya menemukan ada empat identitas yang diketahui sebagai pemilik sidik jari jempol tersebut. 

Menurutnya, Prada DP memiliki 12 titik persamaan dengan sidik jari yang ada di data perekaman E-KTP di Disdukcapil. "Ada empat nama yang kita temukan, tapi terdakwa Prada DP ini tingkat kecocokannya mencapai 7,6 persen. Tertinggi dari ketiga nama lainnya," katanya. 

Saksi Chandra menyebut jika sidik jari tersebut merupakan sidik jari jempol kiri dari terdakwa. Tak lama, setelah mengantongi data itu, dirinya melaporkan temuan itu ke Inafis Polda Sumsel setelah sebelumnya ke Kasatreskrim Polres Muba. 

"Ternyata setelah kita selidiki, terdakwa merupakan anggota TNI aktif. Kita juga berkoordinasi dengan Kodam II Sriwijaya," katanya. 

Saksi lainnya, Intel Kodam II Sriwijaya Serma Mucholis menambahkan, jika pihaknya membenarkan jika terdakwa sempat kabur dari pendidikan TNI. "Lama penyelidikan satu bulan untuk mengendus keberadaan terdakwa Prada DP ini. Setelah berpindah pindah diketahui, lokasi terakhirnya di pondok pesantren daerah Serang, Banten. 

Reporter : Redaksi Globalplanet Editor : AT Alam 677