Berita :: GLOBALPLANET.news

Prada DP mengikuti sidang Oditur Militer, Selasa (13/8/2019)/(FOTO: AT ALAM)

13 Agustus 2019 18:56:05 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pengadilan Militer I-04 Palembang kembali melakukan sidang lanjutan kepada Prada DP yang menjadi terdakwa atas kasus pembunuhan serta mutilasi pacarnya sendiri Fera Oktaria (21), Selasa (13/8/2010).

Dalam sidang tersebut, Oditur Mayor D Butar Butar menghadirkan saksi fakta dari tim Inafis Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan untuk mengetahui kondisi Fera saat ditemukan tewas dalam kamar penginapan Sahabat Mulia.  

Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Muba Aipda Chandra Kartika yang menjadi saksi ke 13 menjelaskan, Jumat 10 Mei 2019 sekitar pukul 10.00WIB, ia mendapatkan permintaan dari penyidik Polsek Sungai Lilin untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena ada penemuan mayat.  

Setelah itu, pada pukul 16.00WIB Aipda Chandra bersama timnya pun tiba di penginapan Sahabat Mulya untuk melakukan olah TKP. 

Sesampainya di lokasi, tim Inafis mencium bau busuk yang begitu menyengat dari depan kamar 06 lantai tempat korban menginap.  

"Ketika dilakukan pengamatan di kamar, bau busuknya semakin menyengat. Ada dua springbed yang dijadikan satu, posisinya berdiri," kata Chandra. 

Di atas springbed, tim Inafis melihat koper dan tas yang berantakan. Setelah itu, terlihat lutut korban keluar dari kasur yang lebih dulu telah dirobek membentuk huruf H. 

Saat dibuka, petugas menemukan mayat seorang perempuan dalam kondisi membusuk dengan tangan kanan terpotong miring tanpa mengenakan busana. 

"Sebagian kulit sudah mengelupas, badan sudah bengkak, lidah dalam keadaan menjulur, mata melotot," jelasnya. 

Di dalam kamar, terdapat kantong plastik berisi jeruk serta jajanan berupa sate. Selain itu, sekitar 1 meter dari kepala korban ditemukan racun nyamuk yang tidak utuh dan dililitkan dengan batang korek dalam jumlah banyak. 

"Racun nyamuk dirangkai kemungkinan untuk membakar korban," ungkapnya. 

Pengecekan TKP kembali dilakukan dengan memeriksa kamar mandi di ruangan tersebut. Di sana menurut Chandra kondisi seluruhnya telah dalam keadaan rapi. Namun, didapatkan tetesan darah dalam jumlah yang sedikit. 

"Salah satu koper kita buka, ada kantong plastik warna putih agak lebar, dikoper ada tangkai gagang gergaji dan gergaji dalam keadaan patah," kata dia.

Reporter : Redaksi Globalplanet Editor : AT Alam 488