Berita :: GLOBALPLANET.news

13 Agustus 2019 19:48:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terjadi sejak masuk musim kemarau. Polisi meminta satgas darat melakukan operasi tangkap tangan untuk pelaku pembakar lahan.

"Saya sarankan satgas untuk melakukan operasi tangkap tangan. Buru pembakar lahan supaya ada efek jera dan tidak lagi terulang," ujar Kabaharkam Polri, Komjen Condro Kirono saat rapat evaluasi untuk pencegahan kebakaran di kantor BPBD Sumsel, Selasa (13/8/2019).

Diakui mantan Kapolda Jawa Tengah ini, penanganan kebakaran hutan dan lahan memang sulit dilakukan tanpa peran dari masyarakat. Untuk itu dia meminta agar masyarakat dilibatkan, terutama dalam operasi tangkap tangan.

"Saya pernah menjadi pelaku yang ikut mengatasi masalah kebakaran lahan di Riau 2014 lalu. Itu sangat sulit dan kita harus melibatkan masyarakat di sekitar. Masyarakat ikut OTT dan beri apresiasi," kata Condro.

Dengan apresiasi itu, tentu masyarakat akan ikut melakukan pengawasan agar lahan tidak terbakar. Dia optimis upaya itu akan maksimal. Apalagi ada ribuan personil satgas gabungan darat hingga udara.

"Bukan hanya satgas, warga juga boleh menangkap pelaku pembakaran lahan. Siapapun yang melihat pembakar lahan bisa langsung tangkap langsung proses hukum," katanya tegas.

Sementara Danrem 044/Garuda Dempo, Kolonel Arh Sonny Septiono menyebut akan menindak para pelaku pembakaran lahan. Dia menginstruksikan agar pelaku ditembak di tempat. 

"Ya saya bilang kalau ada lihat pembakar lahan langsung tembak di tempat. Tetapi tetap harus sesuai SOP dan kondisi yang ada di lapangan," kata Sonny.

Instruksi tersebut, lanjut Sonny, setelah diketahui dari hasil penelitian bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah ulah manusia. Tentu ini akibat kesengajaan para pelaku untuk membakar lahan.

"99 persen kebakaran ulah manusia dan sisanya karena alam. Tapi itukan sangat kecil dan harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera," kata Sonny yang juga kini menjabat sebagai Dansatgas Karhutla di Sumsel.

Tidak hanya tindakan tegas, berbagai upaya untuk pemadaman pun disebut terus dilakukan jika lahan sudah mulai terbakar. Bahkan untuk Satgas Darat saat ini sudah ada 5 heli water bombing disiagakan.

"Pemadaman masih kami lakukan, untuk kendala karena jarak tempuh cukup jauh dari Palembang. Di mana kita ketahui ya, heli untuk water bombing itu terbangnya hanya 3 jam kalau jarak tempuh 1 jam itu artinya pemadaman hanya bisa 1 jam," terang Komandan Satgas Udara, Kolonel Pnb Heri Sutrisno.

Meskipun demikian, Satgas Udara akan terus bekerja secara maksimal di lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran lahan yang semakin meluas.

"Sekarang heli water bombing ada 5 unit dan 2 unit untuk patroli. Akhir pekan, ada satu heli bantuan lagi yang akan datang untuk memaksimalkan pemadaman dari udara," katanya.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 320