Berita :: GLOBALPLANET.news

Warga Gang Santai, Kertapati yang merupakan korban kebakaran hebat sebelumnya menikmati hidangan daging kurban, Selasa (13/8/2019). (Foto: Ist)

13 Agustus 2019 20:10:46 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Sebanyak 100 kilogram daging sapi dimasak hari ini, yang merupakan hewan qurban dari para shohibul yang telah berqurban melalui Global Qurban ACT. Daging-daging tersebut diolah menjadi rendang dan pindang yang siap disantap bersama para warga Gang Santai yang tertimpa musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

ACT Sumsel turut mengundang Ibu Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda , serta para tamu undangan lainnya seperti Mitra ACT, serta komunitas-komunitas yang ada.

Ardiansyah, selaku Branch Manager ACT Sumsel yang ditemui saat kegiatan berlangsung mengatakan bahwa, program Dapur Qurban ACT ini merupakan salah satu program inovatif Global Qurban ACT yang bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan secara meluas di Hari Raya ini.

"Alhamdulillah, tahun ini Global Qurban ACT bekerjasama dengan komunitas Chef Palembang menghadirkan Dapur Qurban di lokasi bekas kebakaran, dimana seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat disini sebelumnya mengalami musibah kebakaran di bulan Juli lalu, dan melalui dapur Qurban dari Global Qurban ACT hari ini kita ingin hadirkan semangat dan kebahagiaan Hari Raya untuk para warga yang ada disini," jelas Ardi, Selasa (13/8/2019).

Pihaknya juga telah mendistribusikan ratusan kilo paket daging qurban ke beberapa wilayah di Sumsel, seperti Pagaralam, Baturaja, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Kota Palembang, pada penerima manfaatnya pun disasar kepada masyarakat yang memang jarang tersentuh daging qurban.

"Global Qurban ACT memang telah memiliki program qurban ini sejak tahun 2012, dengan jangkauan distribusi qurban hingga 50 negara dan 34 provinsi di Indonesia. Amanah para pequrban disampaikan melalui program "Dermawan Berqurban" yang bertujuan untuk memberikan berkah dan bahagiakan saudara di seluruh penjuru dunia," tutur Ardi.

Ical, Salah satu juru masak yang dihadirkan pada acara dapur qurban hari ini mengungkapkan kebahagiaannya karena telah diikutsertakan pada program kebaikan ini.

"Ya, rasanya senang sekali bisa turut serta dalam kegiatan ACT dan Global Qurban ini, karena ini adalah pengalaman pertama untuk kami bisa memasak daging qurban di lokasi bekas kebakaran, yang nantinya apa yang kami masak hari ini bisa dinikmati oleh saudara-saudara yang membutuhkan disini, terimakasih kepada ACT Sumsel yang sudah mengajak kami berkontribusi dalam gerakan kebaikan ini," sahut Ical.

Tahun ini ACT Sumsel bekerjasama dengan komunitas Chef di Kota Palembang yaitu (Indonesian Chef Independent korwil Palembang, dan Palembang Culinary Community) hadirkan Dapur Qurban untuk masyarakat penyintas kebakaran di Lokasi bekas Kebakaran, tepatnya di Gang Santai, Sungki, Kertapati, Palembang.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 52