Berita :: GLOBALPLANET.news

14 Agustus 2019 19:55:59 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin mengeluarkan peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Musi Banyuasin, terutama perusahaan yang lalai melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Peringatan itu dikeluarkan orang nomor satu di Bumi Serasan sekate menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bayung Lencir hari ini dengan luas puluhan hektar dan terjadi di beberapa wilayah perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

"Saya sudah ambil warning dan tindakan tegas kepada perusahaan dan saya juga sudah koordinasikan dengan Kapolda, Pangdam dan Satgas untuk Karhutla. Perusahaan-perusahaan yang masih lalai dalam melakukan tindakan pencegahan karhutlah untuk diambil tindakan tegas khususnya di Kabupaten Muba," ujar Dodi, Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut Dodi mengatakan, dirinya telah menugaskan langsung wakil Bupati Muba Beni Hernedi menuju lokasi dan mengumpulkan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Hari ini saya sudah menugaskan wakil bupati untuk segara turun ke Bayung Lencir mengumpulkan perusahaan-perusahaan tersebut, kita memaksa mereka dan jadi bukan himbauan lagi," jelas dia.

Perusahaan, sambung Dodi, harus melakukan tindakan langsung di lapangan. "Melakukan tindakan langsung, kalau pencegahan sudah lewat. Mereka harus turunkan alat alat- alat sarana dan prasarana personil untuk memadamkan api di tempat konsensi mereka," tegas dia.

Sementara Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir mengatakan, sampai saat ini proses pemadaman dan pendinginan oleh tim darat maupun udara terus dilakukan.

Dikatakannya, Fire Spot di Dusun 9 areal tersebut tidak dalam izin Lokasi Ijin Perusahaan yang aktif (eks BPUJ). Penyebab Karhutla berdasarkan info dari pemdes dan masyarakat dikarenakan loncatan api dari Karhutla yang diduga dari PT RHM yang lokasinya bersebrangan dengan anak Sungai Medak.

"Adapun kondisi lahan yang sudah terbakar di areal ini diperkirakan sekitar lebih kurang 60 Ha dan kondisi api sudah terkepung di antara blok jalan kebun masyarakat dan mudah-mudahan ke depan angin tidak bertiup kencang lagi," beber dia.

Dalam penanganan kebakaran, kesulitan yang dihadapi oleh tim terpadu yakni minimnya sumber air, karena embung yang dibuat sebelumnya telah mengering.

"Embung-embung yang ada sudah mulai kering. Jadi langkah lain yang diambil yakni menggunakan alat berat untuk pembuatan dan memperdalam embung-embung sumber air. Selain itu untuk menghindari meluasnya wilayah kebakaran tentunya kita harapkan seluruh perusahan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran membuat parit atau kanal untuk meminimalisir kebakaran," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 122