Berita :: GLOBALPLANET.news

Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)

15 Agustus 2019 10:39:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Sejak ditetapkan Paslon Capres dan Cawapres terpilih hasil pemilu 2019, bagi-bagi kursi menteri terus menjadi buah bibir, bahan dialog, misi lobi dan dan harapan. Semua menginginkan tempat di kabinet lima tahun ke depan.

Bahkan tidak jarang saling sindir, saling sentil di berbagai kesempatan para tokoh dan petinggi partai, yang diakui atau tidak penuh muatan untuk mendapatkan kursi di kabinet.

Seakan menjawab semua itu, usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-58 di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Rabu (14/8/2018) sore menegaskan haknya sebagai kepala negara.

Dengan tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa dirinya memiliki hak prerogatif penuh dalam menyusun dan memilih nama-nama calon menteri untuk periode kedua kepemimpinannya yang akan dimulai bulan Oktober mendatang. "Kabinet itu adalah hak prerogatif Presiden. Menteri itu adalah pembantu (Presiden),” tegas mantan Wali Kota Solo.

Termasuk mengenai kapan kabinet diumumkan, menurut Presiden, kalau melihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik. Meski demikian, Presiden akan melihat momentumnya, mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu.

Sedangkan mengenai komposisi menteri pada kabinet mendatang, Presiden Jokowi memberikan gambaran, akan didominasi kaum profesional. Persentasenya sekitar 55% profesional sementara yang berlatar belakang partai politik sekitar 45%. Dari segi usia, Presiden tidak memungkiri jika pada kabinet mendatang akan ada yang berusia muda, berumur antara 25-35 tahun. “Ya ada yang umur-umur itu betul, yang muda, yang setengah muda, campur lah, ada yang setengah tua ada juga,” tukasnya dikutip dari laman Setkab.

Presiden Jokowi juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan adanya perubahan nomenklatur kementerian, dimana ada yang merupakan gabungan kementerian/lembaga, dan juga ada yang muncul baru.

Saat wartawan mendesak apakah yang dimaksud Kementerian Investasi? “Nanti kalau sudah waktunya tahu semua jangan nebak-nebak,” kata Presiden.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 75