Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Muba Dodi Reza Alex saat meninjau lokasi karhutla. (Foto: Ist)

19 Agustus 2019 19:11:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Kebakaran hutan, lahan, dan kebun (Kerhutlabun) di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin, tepatnya di Desa Muara Medak makin menjadi. Bagaimana tidak, dalam beberapa pekan terakhir sekitar 500 hektar hutan, lahan dan kebun terbakar.

Tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Kecamatan, perusahaan, hingga kelompok masyarakat peduli api saat ini masih berjibaku melakukan pemadaman api agar kebakaran tidak meluas.

"Kita sudah lakukan pantauan langsung di area Dusun 5 dan dusun 9 Desa Mauara Medak Kecamatan Bayung Lencir. Ada progres (pemadaman api), tetapi kita harus tetap waspada," ujar Bupati Muba Dori Reza Alex Noerdin, saat dibincangi usai melakukan tinjauan langsung baik darat maupun udara, Senin (19/8/2019).

Dikatakan harus tetap waspada, sambung Dodi, karena terdapat beberapa sekat yang memang harus diperlebar dan juga dilakukan penjagaan agar api tidak menyebar. Serta lahan yang telah padam agar tidak terbakar kembali.

"Jadi kita mengerahkan bukan hanya personil TNI, Polri, Manggala Aqni, BPBD, hingga masyarakat peduli api, tetapi juga perusahaan dilibatkan dengan ketentuan mereka harus masing-masing menjaga dan harus membawa alat berat serta personil," jelas dia.

Bukan hanua itu, Dodi juga mengatakan, pihaknya melakukan penambahan alat berat agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih maksimal. "Pemkab Muba juga mensuplai alat berat sebanyak 5 unit, ditambah dari perusahaan, kemudian tiga helikopter melakukan water boombing," kata dia. 

Disinggung kendala yang ada di lapangan, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini menuturkan, medan yang berat serta cuaca yang terus berubah menjadi kendala tersendiri tim terpadu dalam melakukan pemadaman api. 

"Kendala dilapangan yakni mobilisasi alat-alat berat, kita agak kesusahan karena itu desa perbatasan dengan Provinsi Jambi. Jadi kita masuk ke lokasi harus terpaksa memutar dahulu melalui Provinsi Jambi, kendala harus dihadapi, mau satu hari atau dua hari yang penting alat masuk ke lokasi. Kemudian juga cuaca, beberapa hari lalu ada angin kencang yang membuat api merambat dan meloncat. Namun hari ini angin lebih moderat dari beberapa hari lalu. Jika terjadi hujan akan sangat berdampak sekali," beber dia.

Lebih lanjuy dia mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukan pihaknya, hutan, lahan dan kebun yanh terbakar di Kecamatan Bayung Lebcir saat ini seperkirakan seluas 550 hektar. 

"Sejauh ini sekitar 500-550 hektar, itu lahan biasa. Penambahan heli untuk water boombing sudah kita usulkan 4 pesawat," tutur dia.

Terkait penyebab kebakaran, Dodi mengatakan, saat ini tengah dilakukan identifikasi dilapangan oleh pihak terkait, apakah ada usnur kesengajaan atau tidak. "Penyebab kebakaran sedang dilakukan identifikasi," kata dia.

Sementara, Danrem 044/Gapo, Kolonel Arh Sonny Seprtiono menambahkan, agar pemadaman Karhutla di Bayubg Lencir dapat lebih maksimal lagi, pihaknya telah melakukan pereseran sebanyak 100 personil yangvberasal dari sejumlah Kodim.

"Tambahan pasukan dari TNI sudah ada. Kita lakukan penambahan dengan pasukan sebanyak 100 orang, pasukan ini berasal dari Kodim-Kodim yang wilayahnya ada kemungkinan kecil terjadi Kerhutla, jadi kita mobilisasi atau pindahkan agar fokus ke Bayung Lencir," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 153